Palangka Raya, katakata.co.id – Upaya penertiban balapan liar yang dilakukan jajaran kepolisian di Kota Palangka Raya mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ketua MPC Pemuda Pancasila Palangka Raya, Bush Valentino, menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah bersama Satlantas Polresta Palangka Raya.
Menurut Bush Valentino, aktivitas balapan liar kerap dianggap menarik oleh sebagian pelaku karena aspek teknis kendaraan. Namun, tanpa pengawasan dan aturan yang jelas, kegiatan tersebut justru menjadi ancaman serius bagi keselamatan di ruang publik.
“Penindakan terhadap balapan liar dan penggunaan knalpot brong sudah sangat baik. Kami mengapresiasi langkah Dirlantas Polda Kalteng dan Satlantas Polresta Palangka Raya,” ujarnya, Selasa (12/5/2026) sore.
Ia menegaskan, balapan liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga masyarakat luas. Minimnya standar keselamatan, seperti tidak menggunakan perlengkapan pelindung dan kondisi kendaraan yang tidak layak, kerap berujung pada kecelakaan fatal.
Selain itu, keberadaan balapan liar juga menimbulkan gangguan ketertiban umum. Kebisingan dari knalpot brong hingga penutupan jalan secara sepihak dinilai sangat meresahkan warga serta pengguna jalan lainnya.
“Gangguan ketertiban umum sangat terasa. Kebisingan dan penutupan jalan jelas mengganggu masyarakat sekitar,” tegasnya.
Bush juga mendorong para pelaku, termasuk kalangan mekanik dan pecinta otomotif, untuk mengalihkan minat mereka ke kegiatan yang lebih positif dan legal. Ia menyarankan agar potensi tersebut dikembangkan melalui bengkel profesional atau mengikuti kontes modifikasi resmi, bukan balapan liar.
Lebih lanjut, ia mendukung langkah aparat dalam meningkatkan pengawasan, khususnya pada jam-jam rawan. Termasuk rencana pendirian pos jaga di titik-titik yang kerap dijadikan lokasi balapan liar dengan melibatkan personel gabungan.
“Kami mendukung pengawasan ketat dan pendirian pos jaga di lokasi rawan balapan liar. Ini penting untuk mencegah kegiatan tersebut sejak awal,” pungkasnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Ririen Binti


