PALANGKA RAYA,katakata.co.id— Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah mengingatkan seluruh anggota yang akan maju dalam pemilihan Ketua PWI agar tidak terlibat praktik politik uang. Penegasan ini disampaikan sebagai upaya menjaga marwah organisasi sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Ketua DK PWI Kalteng, Sadagori Henoch Binti, menegaskan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab sebagai penjaga etika dan integritas organisasi. Ia menilai praktik jual beli suara merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi dalam tubuh organisasi profesi wartawan.
“Jangan hina kecerdasan wartawan melalui politik uang. Letakkan kebenaran pada tempat yang sebenarnya melalui nurani. Praktik jual beli suara sangat bertentangan dengan aturan organisasi,” tegasnya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, wartawan seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawasi praktik-praktik tidak sehat, termasuk politik uang. Karena itu, ia menilai sangat tidak pantas apabila hal tersebut justru terjadi di internal organisasi.

Sementara itu, Sekretaris DK PWI Kalteng, Sunrise Sinulingga, menambahkan bahwa pihaknya optimistis seluruh anggota telah memiliki kedewasaan dalam berorganisasi dan memahami aturan yang berlaku.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa DK tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.
“Anggota PWI Kalteng sudah semakin dewasa dalam berorganisasi, sehingga taat aturan saat berkompetisi dalam pemilihan ketua PWI. Namun bila melanggar aturan, maka sanksi berat akan dikenakan terhadap sang pelanggar,” ujarnya.
DK PWI Kalteng berharap seluruh tahapan pemilihan Ketua PWI dapat berlangsung secara demokratis, bermartabat, serta menjunjung tinggi integritas dan etika profesi kewartawanan.
Penulis/Editor : Redaksi


