PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya memindahkan sebanyak 59 warga binaan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Jumat (8/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan efektivitas program pembinaan.
Proses pemindahan dilaksanakan dengan pengawasan ketat serta koordinasi bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah. Sejumlah tahapan telah dipersiapkan sebelumnya, mulai dari pendataan, verifikasi administrasi, hingga penguatan sistem pengamanan.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Palangka Raya menurunkan 10 petugas pengawalan yang bersinergi dengan 8 personel Ditsamapta Polda Kalimantan Tengah. Pengamanan juga didukung kendaraan patroli kepolisian guna memastikan proses pemindahan berlangsung aman dan tertib.
Kepala Rutan Palangka Raya, Aditya Jatari, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pemindahan rutin, melainkan bagian dari upaya pembenahan sistem pemasyarakatan.
“Pemindahan ini bukan hanya proses administratif, tetapi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih optimal, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses dilakukan sesuai standar operasional dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis terhadap warga binaan.
“Dengan dukungan aparat kepolisian dan koordinasi bersama Kanwil, kami memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan,” tambahnya.
Selain faktor keamanan, pemindahan ini juga bertujuan untuk pemerataan kapasitas hunian antarunit pemasyarakatan di Palangka Raya.
Dengan kondisi hunian yang lebih seimbang, diharapkan program pembinaan, baik kepribadian maupun kemandirian, dapat berjalan lebih maksimal.
Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen Rutan Palangka Raya dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang profesional, adaptif, serta berorientasi pada pembinaan. Sinergi antara petugas pemasyarakatan dan aparat kepolisian menjadi kunci dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang lebih humanis.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


