BALI, katakata.co.id – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit, Sugiyanto, menghadiri ajang internasional 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, pada 14–17 April 2026 di Bali.
Kegiatan tersebut merupakan forum global yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan menjadi wadah bertukar gagasan serta praktik terbaik di bidang pemasyarakatan. Tahun ini, WCPP diikuti oleh 435 peserta dari 44 negara, termasuk seluruh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Balai Pemasyarakatan se-Indonesia.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andriyanto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan di tengah perkembangan sistem hukum modern.
“Dewasa ini sangat penting pemasyarakatan mengedepankan layanan yang humanis,” ujar Agus dalam pidatonya.
Mengusung tema “Getting Smart on Justice: Healing Hearts & Safer Societies”, forum ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari sistem pembebasan bersyarat, pidana alternatif, hingga pendekatan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan dan keamanan masyarakat.
Sementara itu, Sugiyanto menyampaikan bahwa keikutsertaan Bapas Sampit dalam forum internasional tersebut merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pembimbingan kepada klien pemasyarakatan.
“Bapas Sampit siap untuk menerapkan pedoman serta inovasi yang disampaikan dalam forum ini agar dalam pemberian pelayanan, Bapas Sampit dapat memberikan yang terbaik, khususnya untuk klien pemasyarakatan,” tegasnya.
Melalui partisipasi dalam WCPP 2026, diharapkan Bapas Sampit mampu mengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara serta memperkuat implementasi layanan pemasyarakatan yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


