PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) untuk melibatkan kalangan akademisi dalam menangani persoalan kebersihan dan pencemaran lingkungan yang dinilai semakin kompleks.
Ia mengatakan berbagai persoalan lingkungan seperti penumpukan sampah, pencemaran air sungai dan lahan gambut, hingga penurunan kualitas udara membutuhkan penanganan yang lebih terukur dan berbasis ilmu pengetahuan.
“Permasalahan kebersihan dan pencemaran lingkungan tidak bisa lagi ditangani secara konvensional. Diperlukan pendekatan keilmuan agar akar persoalan dapat diidentifikasi dan solusi yang dihasilkan lebih tepat sasaran,” ucapnya, Jumat (30/1/2026).
Menurut Hasan, keterlibatan akademisi dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dapat membantu pemerintah daerah melalui kajian ilmiah, analisis kondisi lingkungan, serta penyusunan model pengelolaan sampah dan lingkungan yang sesuai dengan karakteristik Palangka Raya.
“Kajian akademis sangat dibutuhkan agar kebijakan pengelolaan kebersihan dan lingkungan tidak bersifat reaktif, melainkan terencana dan berorientasi jangka panjang sesuai kondisi daerah,” ujarnya.
Ia menilai, akademisi juga berperan penting dalam mendukung pemerintah merumuskan kebijakan publik berbasis data dan bukti ilmiah, terutama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan secara berkelanjutan.
“Kolaborasi ini tidak seharusnya berhenti pada pemberian rekomendasi. Akademisi perlu dilibatkan sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program agar kebijakan yang dijalankan benar-benar efektif,” tuturnya.
Hasan menambahkan, keterlibatan kalangan akademisi merupakan investasi jangka panjang bagi daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kalau dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, upaya ini akan memberi dampak nyata bagi kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat Palangka Raya ke depan,” tutupnya.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal


