PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah. Salah satu kondisi yang mendapat sorotan yakni akses pendidikan di Desa Tumbang Tangoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan.
Di wilayah tersebut, sejumlah siswa SD masih harus menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai saat berangkat maupun pulang sekolah. Kondisi ini dinilai menunjukkan masih perlunya perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur penunjang pendidikan di daerah terpencil.
Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Bryan Iskandar, mengatakan keberadaan jalan dan jembatan sangat penting untuk membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar, termasuk pendidikan.
“Masih ada anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah karena belum tersedia jembatan,” ujar Bryan.
Menurutnya, persoalan akses pendidikan di daerah pedalaman tidak cukup hanya dilihat dari ketersediaan sekolah dan tenaga pendidik. Kondisi geografis serta infrastruktur menuju sekolah juga menjadi faktor penting yang menentukan keamanan dan kemudahan anak-anak dalam memperoleh pendidikan.
Bryan mendorong pemerintah daerah bersama pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan jalan dan jembatan di kawasan pedalaman. Infrastruktur tersebut, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai akses menuju sekolah, tetapi juga membuka konektivitas masyarakat terhadap layanan kesehatan dan kegiatan ekonomi.
“Jalan dan jembatan harus menjadi bagian penting dalam prioritas anggaran,” tegasnya.
Ia menjelaskan, SD Negeri 1 Tumbang Tangoi berada cukup jauh dari pusat Kabupaten Katingan. Karakteristik wilayah yang masih mengandalkan jalur darat dan sungai menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil dinilai perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mengacu pada kebutuhan masyarakat di lapangan.
Bryan menegaskan pembangunan daerah seharusnya tidak hanya berfokus pada kawasan perkotaan. Masyarakat pedalaman juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas dasar yang layak, termasuk akses pendidikan yang aman.
“Anak-anak harus mendapatkan akses sekolah yang aman dan mudah,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


