KASONGAN, katakata.co.id – Pemerintah Kabupaten Katingan memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul masih adanya potensi titik api di kawasan lahan gambut meskipun kabut asap di wilayah Kasongan mulai menipis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Katingan, Christian Rain, menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mengoperasikan alat pendeteksi panas atau thermal, termasuk drone thermal, untuk mengidentifikasi lahan yang masih terbakar hingga ke bawah permukaan gambut.
Instruksi tersebut disampaikan Christian Rain di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026). Menurutnya, pemantauan tidak cukup hanya mengandalkan laporan petugas di lapangan, tetapi perlu didukung teknologi untuk memastikan titik api yang tersembunyi dapat terdeteksi.
“Saya sudah instruksikan kepada DLH untuk tidak hanya memantau dari laporan di lapangan, tapi juga mengoperasionalkan thermal panas, baik melalui drone thermal maupun pemantauan hotspot satelit, untuk memastikan titik-titik lahan yang masih membara di bawah permukaan,” ujarnya.
Christian menjelaskan, kebakaran di kawasan gambut memiliki karakteristik khusus karena api dapat bertahan di dalam lapisan tanah meskipun kobaran di permukaan sudah tidak terlihat. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan kembali asap apabila proses pemadaman tidak dilakukan secara menyeluruh.
“Kalau hanya disiram di atas, apinya padam di atas, tapi di bawah gambut masih panas. Makanya kita butuh deteksi thermal. Di mana yang masih panas, itu yang harus kita bongkar dan siram ulang sampai benar-benar dingin,” tegasnya.
Ia menambahkan, hasil pemantauan thermal nantinya akan disinergikan dengan BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, serta Satgas Karhutla tingkat kecamatan. Pemetaan titik panas tersebut menjadi dasar bagi tim gabungan untuk menentukan lokasi pemadaman lanjutan.
Adapun wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kecamatan Katingan Hilir, Tasik Payawan, Kamipang, dan Mendawai. Christian meminta DLH menyampaikan laporan hasil pemantauan thermal setiap hari kepada Posko Utama Karhutla.
Selain penanganan kebakaran, ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja membakar lahan untuk membuka kawasan.
“Lahan yang terdeteksi masih terbakar ini akan kita data. Kalau ada unsur kesengajaan, tentu akan kita serahkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai aturan. Kita ingin memberi efek jera,” pungkasnya.
Pemkab Katingan berharap pemanfaatan teknologi pendeteksi panas dapat membantu mempercepat penemuan titik api tersembunyi, sehingga penanganan karhutla lebih terarah dan risiko munculnya kembali kabut asap dapat ditekan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi
Editor:


