KASONGAN, katakata.co.id – Bupati Katingan Saiful menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Katingan. Kerja sama petugas gabungan, relawan, dan masyarakat dinilai berperan penting dalam mengendalikan kebakaran serta mengurangi kabut asap di Kasongan dan sekitarnya.
Apresiasi tersebut disampaikan Saiful melalui sambungan telepon, Senin (2/11/2026). Ia mengucapkan terima kasih kepada BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), para camat, kepala desa, petugas pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat yang turut membantu proses pemadaman.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjuang tanpa lelah di lapangan. Mulai dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, DLH, para camat, kades, Damkar, relawan, hingga masyarakat yang ikut membantu pemadaman,” ujar Saiful.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Semangat gotong royong dan koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras bersama, titik-titik api mulai bisa kita kendalikan dan kabut asap mulai menipis. Ini bukti bahwa kalau kita kompak, masalah sebesar apa pun bisa kita atasi bersama,” ungkapnya.
Saiful juga memberikan perhatian khusus terhadap perjuangan petugas di lapangan yang menghadapi berbagai kendala, mulai dari suhu panas, asap tebal, akses menuju lokasi yang sulit, hingga kebakaran di kawasan gambut yang dapat bertahan di bawah permukaan tanah.
“Saya tahu perjuangan di lapangan tidak mudah. Panas, asap tebal, akses sulit, bahkan harus bermalam di lokasi. Untuk itu, saya sangat menghargai pengorbanan semua tim. Pemerintah daerah sangat berterima kasih,” tuturnya.
Meski kondisi kabut asap mulai membaik, Saiful meminta seluruh tim tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Patroli dan pemantauan titik panas atau hotspot perlu terus dilakukan, terutama di wilayah rawan karhutla, meliputi Kecamatan Katingan Hilir, Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai, dan Katingan Kuala.
“Saya minta BPBD dan DLH bersama tim tetap siaga. Gunakan drone thermal untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala di dalam gambut. Kita harus pastikan api benar-benar padam, bukan hanya di atasnya saja,” tegasnya.
Selain mengandalkan upaya pemadaman, Bupati juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran dengan tidak membuka lahan melalui cara membakar.
“Mari kita jaga Katingan bersama. Mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan. Saya harap kesadaran masyarakat terus meningkat untuk tidak membakar lahan, demi kesehatan kita bersama dan demi anak cucu kita,” pungkas Saiful.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


