PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban orderan fiktif makanan di salah satu penginapan di Kota Palangka Raya viral dalam beberapa hari terakhir. Sedikitnya lima pengemudi mengalami kerugian setelah menerima pesanan yang ternyata tidak pernah dipesan oleh penghuni kamar yang dituju.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya memanggil para korban ojol guna memberikan pendampingan dan bantuan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami tindak penipuan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung melalui Kasat Lantas Polresta Palangka Raya. PS Kasubnit I, Aiptu Solihin, S.H., mengatakan bahwa langkah ini merupakan wujud hadirnya Polri di tengah masyarakat.
“Bantuan ini bentuk kepedulian kami terhadap para pengemudi ojol yang mengalami kerugian. Total kerugian dari sejumlah kasus order fiktif ini mencapai jutaan rupiah,” jelas Solihin.
Dalam kesempatan tersebut, Maul, perwakilan Penyambung Komunikasi Masalah Gojek Palangka Raya yang mendampingi para korban, menyampaikan apresiasi atas perhatian Polresta Palangka Raya.
“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah peduli dan merespons laporan para pengemudi ojol. Ini sangat membantu,” ujar Maul.
Modus penipuan ini dilakukan dengan cara memesan makanan melalui aplikasi ojek online dan mengarahkan pesanan ke sebuah kamar di salah satu wisma di Jalan Junjung Buih. Namun, saat pesanan tiba, penghuni kamar tersebut menyatakan tidak pernah memesan apa pun, sehingga pengemudi harus menanggung biaya makanan.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi ojol untuk lebih berhati-hati dan segera melapor jika menemukan kejanggalan pada pesanan yang diterima. Upaya penelusuran terhadap pelaku penipuan juga terus dilakukan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ririen Binti


