BARITO SELATAN, katakata.co.id – Terhentinya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sejak pertengahan 2025 membuat Ahi Leluni, warga penyandang disabilitas di Desa Kalahien, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), harus mengandalkan bantuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Dinas Sosial (Dinsos) Barsel. Kepala Dinsos Barsel, Syahdani, turun langsung mengunjungi kediaman Ahi Leluni pada 30 Oktober 2026 untuk melihat kondisi warga tersebut sekaligus memastikan informasi kesejahteraannya.
Dari hasil pengecekan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), diketahui data Ahi Leluni tercatat dalam kategori Desil 5 sehingga tidak masuk kelompok prioritas penerima bantuan sosial.
“Setelah kami cek melalui aplikasi SIKS-NG, ternyata data yang bersangkutan berada pada Desil 5 sehingga tidak masuk kelompok prioritas penerima bantuan sosial,” ungkap Syahdani kepada awak media, Senin (2/11/2026).
Namun, hasil kunjungan lapangan menunjukkan Ahi Leluni merupakan penyandang disabilitas, tidak memiliki pekerjaan tetap dan masih bergantung pada bantuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Menurut Syahdani, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi dan pemutakhiran data agar informasi dalam sistem sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan.
“Kami ingin memastikan warga yang memang membutuhkan tidak luput dari perhatian. Karena itu, perlu dilakukan verifikasi dan pemutakhiran data sesuai kondisi sebenarnya,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinsos Barsel membantu mendaftarkan kembali Ahi Leluni melalui Agen Perlinsos untuk proses pemutakhiran data sekaligus penyesuaian status desil. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi yang bersangkutan untuk kembali diusulkan sebagai penerima bantuan sosial, termasuk PKH, sesuai persyaratan yang berlaku.
“Proses pengusulan ini akan kami kawal hingga tuntas. Harapan kami, setelah dilakukan pemutakhiran data, kondisi yang bersangkutan dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan kelayakan penerima bantuan,” tegas Syahdani.
Selain melakukan pendataan, dalam kunjungan tersebut Dinsos Barsel juga menyerahkan bantuan sembako secara langsung untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Ahi Leluni.
Syahdani berharap, perhatian terhadap warga penyandang disabilitas dan kelompok rentan terus ditingkatkan. Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu faktor penting agar program bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Penulis: Wiyandri
Editor: Ardi


