PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Pemanfaatan lahan pertanian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya terus menunjukkan hasil positif. Kali ini, sebanyak 30 kilogram sayur sawi berhasil dipanen dari lahan pertanian yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan, Senin (3/11/2026).
Panen tersebut menjadi salah satu bentuk keberhasilan pembinaan keterampilan di bidang pertanian. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Program pertanian tersebut sekaligus menjadi upaya Lapas Palangka Raya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan serta pelaksanaan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Agus Syamsuarni, menjelaskan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari proses perawatan tanaman yang dilakukan secara bertahap oleh Warga Binaan.
Mulai dari pengolahan lahan, penyemaian bibit, hingga pemeliharaan tanaman setiap hari, seluruh proses dilakukan dengan melibatkan Warga Binaan dalam kegiatan pembinaan kerja.
“Hasil panen 30 kilogram sawi ini memiliki kualitas yang sangat baik, berdaun segar, dan bebas dari hama. Seluruh hasil panen nantinya akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal Lapas serta dipasarkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelas Agus.
Melalui hasil panen tersebut, Lapas Kelas IIA Palangka Raya berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia agar menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomis.
Ke depan, kegiatan pertanian diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan keterampilan, kedisiplinan, serta bekal kemandirian bagi Warga Binaan sebelum kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


