PALANGKA RAYA,katakata.co.id- Sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan lintas iman dan budaya di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kalimantan Tengah sukses melaksanakan acara Gathering bersama para Tokoh Adat dan Tokoh Agama dan Pimpinan Aras Aras Gereja, Kamis (24/4/2025).
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini turut dihadiri oleh Pembimas Kristen Kemenag Kalimantan Tengah, Ibu Mimi, Ketua Aras Gereja Baptis, Sekretaris Aras Gereja PGPI, Pimpinan PT. Flo Go, serta Tokoh Kristen Bapak Krisno Hadi. Kehadiran para tokoh ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi antar umat beragama dan masyarakat adat.
Ketua PGLII Kalteng, Pdt. Bobo Wanto V. Baddak menyampaikan, pentingnya membangun komunikasi yang harmonis antara lembaga-lembaga keagamaan dan tokoh adat untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di Kalimantan Tengah.
Dalam Kegiatan tersebut juga beliau memperkenalkan Pengurus PGLII Provinsi Kalteng yang berjumlah 44 Orang berasal dari utusan 32 Sinode dan 12 Lembaga Kristen Anggota PGLII Kalteng
“Kegiatan ini sangat penting untuk membangun komunikasi yang harmonis antar lembaga keagamaan dan tokoh adat untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di Kalteng,” Kata Pdt. Bobo Wanto V. Baddak.
Tak hanya itu saja, Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan spiritual di masyarakat.
“Perkuat Kolaborasi dalam menghadapi tantangan sosial dan Spiritual di masyarakat, dan Beritakan Injil” tegasnya.
Dalam Gethering itu juga dilaksanakan MoU antara PGLII Kateng dengan PT. Flo Go di mana Dalam MoU tersebut ditandatangani, mengenai PGLII akan memberangkatkan Tokoh Tokoh Kristen, ke Israel untuk dapat mendapatkan Pelajaran Rohani dan kembali membawa berita Injil Kesaksian yang hidup
Sekretaris PGLII KALTENG, Pdm. Ari Yunus Hendrawan menjelaskan, bahwa MoU ini juga akan membuat program inovasi Baru bagi gen Z untuk berangkat ke Israel dan kembali membawa Injil. Tetapi yang bersedia berangkat harus di Persiapkan dalam Program Pemuridan Amanat Agung.
“MoU ini akan membuat program inovasi Baru bagi gen Z untuk berangkat ke Israel dan kembali membawa Injil,” terangnya.(ard/red)


