Palangka Raya, katakata.co.id – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengupayakan langkah konkret untuk mengurai antrean bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Pertamina guna mencari solusi terbaik, termasuk mengusulkan penambahan kuota BBM untuk wilayah kota.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Tengah yang digelar di Bahalap Hotel, Kamis (23/4/2026).
Menurut Fairid, antrean BBM tidak hanya dipicu oleh faktor teknis di lapangan, tetapi juga dipengaruhi kondisi global yang berdampak pada distribusi energi.
“Dari hasil koordinasi, ada faktor geopolitik yang turut mempengaruhi distribusi BBM. Ini yang menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemko tidak hanya mengandalkan pertemuan formal, tetapi juga aktif melakukan diskusi dan pertukaran data dengan pihak Pertamina untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut.
“Komunikasi terus kami lakukan, baik secara langsung maupun melalui koordinasi teknis. Tujuannya agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fairid menyebutkan bahwa langkah penambahan kuota BBM, khususnya jenis Pertamax, menjadi salah satu opsi yang saat ini tengah didorong.
“Prosesnya sudah berjalan dan menunjukkan perkembangan. Kami berharap dalam waktu dekat distribusi BBM bisa lebih lancar dan antrean dapat diminimalisir,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


