KPU Katingan Targetkan Partisipasi Pemilih Mencapai 80 Persen
KASONGAN, katakata.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Katingan, melaksanakan Debat Publik Ke-II Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Katingan 2024. Debat tersebut, berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Katingan, Rabu (13/11/2024) pagi.
Pada debat publik terakhir tersebut, KPU Katingan menetapkan tema “Mengatasi persoalan daerah melalui penguatan SDM dan pengembangan potensi daerah untuk kemajuan Kabupaten Katingan”. Panelis debat, sebanyak lima orang, yaitu Mutia Evi Kristhy, Tiwi Etika, Sapta Tjita, Hakim Syah, dan Kukuh Wurdianto.
“Debat publik salah satu metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU. Pada edisi kedua sekaligus terakhir ini ada enam segmen debat,” kata Ketua KPU Katingan Wahyuni kepada wartawan di sela kegiatan.
Wahyuni menekankan kepada pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Sakariyas – Endang Susilawatie, nomor urut 2 Suhaemi – Nikodemus, dan nomor urut 3 Saiful – Firdaus, agar dapat memanfaatkan debat publik semaksimal mungkin.
Pada kesempatan itu, Wahyuni juga mengajak masyarakat Katingan untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024 mendatang. “Target kita pemilih Katingan sebanyak 80 persen dari daftar pemilih tetap,” pungkasnya.
Pelaksanaan debat, berjalan dengan lancar dan tertib. Salah satunya terlihat pada segmen pertama berkaitan dengan masalah stunting, tiga pasangan calon saling beradu gagasan dan pemikiran.
Sakariyas – Endang Susilawatie dengan visi Katingan Bermartabat, menekankan adanya sinkronisasi program dengan pemerintah pusat untuk penanganan stunting, yaitu dengan pemberian makanan tambahan, suplemen gizi, dan peningkatan pelayanan kesehatan.
Sedangkan pasangan Suhaemi – Nikodemus dengan visi Katingan Emas, berpendapat bahwa masalah stunting harus ada kekompakan antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk menekan persentase kasusnya.
Kemudian Paslon Saiful – Firdaus, menanggapi masalah itu berfokus pada upaya pemetaan wilayah kasus stunting yang optimal, salah satunya melalui gerakan Posyandu Massal. (rul/red)


