SAMPIT, katakata.co.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tiga bayi dan seorang lansia harus dievakuasi setelah mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Gang Lumbur Kuring, Jalan HM Arsyad Kilometer 5, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Sabtu (29/8/2026).
Tim Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim bergerak setelah menerima laporan warga mengenai kondisi sejumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kepungan asap.
Petugas memberikan pertolongan awal dengan oksigen sebelum membawa pasien ke Kantor PSC 119 Sampit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pemantauan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kotim, Salahuddin Al Ayubi mengatakan, laporan tersebut diterima ketika terdapat titik kebakaran di sekitar permukiman warga.
“Petugas PSC menerima telepon dari masyarakat bahwa ada warga yang mengalami sesak napas karena di sekitar rumah terdapat titik kebakaran,” ujarnya.
Tiga bayi yang mendapat penanganan mengalami keluhan sesak napas dan batuk. Ketiganya terdiri dari bayi kembar berusia sekitar empat bulan dan seorang bayi berusia dua bulan.
Koordinator Tim Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan, drg. Winanti Ratri Prawitasari mengatakan, kondisi ketiga bayi setelah mendapatkan penanganan dinyatakan baik.
“Alhamdulillah ketiga bayi tersebut keadaan umum baik. Tiga pasien bayi sudah pulang sekitar pukul 16.00 WIB karena keadaan umum baik dan tidak memerlukan penanganan lanjutan,” jelas Ratri.
Selain tiga bayi dan satu lansia, PSC 119 pada hari yang sama juga menangani seorang ibu hamil yang datang secara mandiri dari Perumahan Sinar Fajar. Total terdapat lima pasien yang mendapat penanganan pada Sabtu tersebut.
Jika dihitung sejak 27 hingga 29 Agustus 2026, jumlah warga yang telah ditangani PSC 119 bersama puskesmas dan Dinkes Kotim akibat dampak karhutla mencapai delapan orang.
Sebelumnya, petugas pemadam juga menjadi bagian dari warga yang membutuhkan penanganan kesehatan. Salah satunya seorang personel Manggala Agni yang harus dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kondisi kesehatan saat melakukan pemadaman di kawasan Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7.
Melihat kondisi tersebut, Dinkes Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul selama kabut asap masih menyelimuti wilayah.
Warga yang mengalami kondisi darurat diminta segera menghubungi PSC 119. Layanan tersebut disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi maupun rujukan apabila diperlukan.
Kantor PSC 119 juga disiapkan sebagai tempat yang relatif terlindung dari paparan asap dan dilengkapi tabung oksigen untuk mendukung penanganan awal pasien.
Dinkes Kotim mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk akibat karhutla.
Editor : Juniardi


