SAMPIT, katakata.co.id – Jembatan Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya diperbaiki melalui pemeliharaan. Hal ini dilakukan menyusul ramainya keluhan masyarakat, terkait kerusakan jembatan yang dikenal dengan sebutan Jembatan Patah tersebut.
Pemeliharaan yang dimulai Rabu (21/1/2026) dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.
Pengawas Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Alfian menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan meliputi penggantian kayu jembatan yang rusak atau parah, serta pemasangan kembali pelat besi yang terlepas. Selain itu ada penggantian dan pengencangan baut-baut yang lepas atau hilang.
“Kayu-kayu yang rusak kami ganti, kemudian baut yang hilang kami pasang kembali dan dikencangkan. Untuk 20 lembar pelat besinya masih cukup dan utuh, tidak ada yang hilang, jadi hanya kami ratakan dan dipasang kembali,” katanya.
Alfian menyebutkan, pemeliharaan jembatan ini diperkirakan memakan waktu dua hari, selama pengerjaan akses jembatan akan ditutup total. Jembatan akan kembali dibuka sementara mulai pukul 13.00 WIB saat jeda pekerjaan, pengerjaan kembali dilanjutkan keesokan harinya mulai pukul 08.00 WIB.
“Pemeliharaan kami mulai hari ini, kita melibatkan sebanyak enam orang pekerja. Kemungkinan dua hari sudah selesai,” terangnya.
Upaya pemeliharaan dilakukan agar kondisi jembatan lebih nyaman dan aman dilintasi pengguna jalan. Pemeliharaan terakhir jembatan, sebelumnya dilakukan sekitar November atau Desember 2025 lalu.
Alfian juga menyoroti penyebab utama jembatan cepat mengalami kerusakan, yakni tingginya mobilitas kendaraan bertonase besar seperti truk pengangkut crude palm oil (CPO) dan tronton.
“Dengan kondisi jembatan seperti ini, memang sangat tidak memungkinkan dilalui kendaraan berat. Sesuai ketentuan, kemampuan maksimal jembatan sekitar 12 ton,” tegasnya.
Alfian menambahkan, jika jembatan hanya dilalui kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil, maka hasil pemeliharaan diyakini dapat bertahan lebih lama. Namun jika masih sering dilintasi kendaraan berat, kerusakan akan kembali terjadi dalam waktu singkat.
“Pemeliharaan akan kami lakukan secara rutin sesuai situasi dan kondisi. Bahkan jika dalam satu bulan ke depan kembali rusak, tentu akan kami lakukan pemeliharaan lagi,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


