SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mempersiapkan Jalan Jaksa Agung R Soeprapto sebagai jalur alternatif menyusul rencana penutupan sebagian akses Jalan Tjilik Riwut di sekitar Bandara H Asan Sampit.
Jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer tersebut akan mendapat pemeliharaan pada sejumlah bagian yang dinilai belum cukup optimal untuk menampung pengalihan arus lalu lintas.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama mengatakan, secara umum Jalan Jaksa Agung sudah dapat digunakan. Namun, masih terdapat beberapa titik yang perlu diperbaiki.
“Jalan Jaksa ini sebenarnya sudah fungsional, cuma ada beberapa titik kalau musim penghujan tergenang. Ini yang akan kita perbaiki kurang lebih 1,2 kilometer,” katanya, Minggu (16/8/2026).
Perbaikan nantinya tidak dilakukan pada seluruh badan jalan. Penanganan akan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan maupun lokasi yang berpotensi mengganggu kelancaran kendaraan.
Selain kondisi badan jalan, sistem drainase juga menjadi bagian yang akan diperhatikan, terutama pada lokasi yang rawan mengalami genangan saat hujan.
“Fokus perbaikannya kurang lebih 1,2 kilometer, itu spot-spot. Kalau ada spot memanjang kurang lebih 800 meter, ada spot 50 meter, ada spot lagi titik-titik yang mungkin lubang-lubang,” jelas Mentana.
Pemeliharaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sebelum akses Jalan Tjilik Riwut di sekitar Bandara H Asan Sampit ditutup. Rencana penutupan diperkirakan mulai dilakukan pada November 2026.
Penutupan berkaitan dengan pekerjaan pemagaran di sisi barat kawasan bandara sebagai bagian dari pengembangan Bandara H Asan Sampit. Pemerintah pusat disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pekerjaan tersebut pada 2026.
Kondisi ini membuat kesiapan jalur alternatif menjadi penting. Sebab, Jalan Tjilik Riwut merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan kawasan dalam Kota Sampit dengan sejumlah wilayah lainnya.
Pemkab Kotim pun berupaya memastikan Jalan Jaksa Agung dapat digunakan secara optimal sebelum pengalihan arus dilakukan. Perbaikan pada titik yang rusak dan rawan genangan diharapkan mampu menjaga kelancaran lalu lintas ketika volume kendaraan mulai meningkat.
Dengan demikian, penutupan akses Jalan Tjilik Riwut nantinya diharapkan tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap mobilitas masyarakat.
Editor: Juniardi


