SAMPIT,katakata.co.id – Kenaikan harga tiket pesawat rute Sampit–Jakarta dikeluhkan warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tarif yang melambung tinggi dinilai memberatkan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak untuk bepergian.
Salah satu warga Sampit, Nur (38), mengaku sempat menunda kepulangannya dari Jakarta karena berharap harga tiket kembali normal. Namun, harapan tersebut tidak terwujud lantaran harga justru tetap tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Ternyata malah harganya tidak turun-turun, terpaksa daripada tidak pulang saya beli tiketnya dengan harga mencapai Rp2,5 juta,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Keluhan serupa juga dirasakan sejumlah warga lainnya yang menilai lonjakan harga tiket pesawat semakin menyulitkan mobilitas masyarakat, khususnya pada rute-rute domestik dari dan menuju Kalimantan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, menjelaskan bahwa kenaikan tarif penerbangan bukan hanya terjadi di Sampit, tetapi juga menjadi fenomena di berbagai daerah di Indonesia. Ia menyebut kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berkaitan dengan operasional maskapai.
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah kenaikan harga avtur yang mencapai sekitar 9 hingga 13 persen. Selain itu, biaya perawatan pesawat juga mengalami peningkatan karena sebagian besar suku cadang masih bergantung pada impor.
“Mayoritas komponen perawatan dibayar dengan dolar, sehingga ketika kurs naik, biaya operasional maskapai juga ikut terdampak,” jelasnya.
Di sisi lain, keterbatasan jumlah armada pesawat yang beroperasi dibandingkan tingginya permintaan penumpang turut memengaruhi harga tiket. Maskapai harus menyesuaikan operasional agar tetap efisien, yang pada akhirnya berdampak pada tarif penerbangan.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi industri penerbangan yang saat ini tengah menghadapi tekanan biaya dan keterbatasan armada, sehingga kenaikan harga tiket menjadi hal yang sulit dihindari.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


