SAMPIT, katakata.co.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong percepatan pengembangan Bandara Haji Asan Sampit. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan transportasi udara sekaligus menarik minat maskapai baru agar membuka rute penerbangan ke dan dari Sampit.
Salah satu langkah yang kini berjalan adalah pembersihan lahan yang sudah selesai melalui proses ganti rugi. Total lahan yang dibebaskan untuk mendukung pengembangan bandara mencapai sekitar 1,78 hektare, terdiri dari 14 bidang tanah. Dari jumlah tersebut, 10 bidang telah tuntas diganti rugi, sementara empat bidang lainnya masih dalam proses di pengadilan.
Pembersihan pohon-pohon di sekitar landasan pacu menjadi fokus utama pekerjaan saat ini. Sebelumnya, area runway tidak terlihat jelas dari menara pemantau karena terhalang pepohonan, sehingga mengganggu aspek teknis dan keselamatan operasional penerbangan.
Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menjelaskan bahwa peningkatan kondisi teknis bandara sangat penting untuk menarik minat maskapai lain. Saat ini, hanya satu maskapai yang beroperasi di Bandara Haji Asan, sehingga kebutuhan akan tambahan layanan penerbangan masih sangat besar.
Pemerintah daerah juga terus menjalin komunikasi dengan sejumlah maskapai untuk membuka peluang rute baru. Hal ini dinilai penting dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di Kotawaringin Timur.
“Dengan berbagai upaya yang kita lakukan, kita berharap lebih banyak maskapai membuka jalur penerbangan di daerah ini. Bandara Sampit harus menjadi pintu masuk yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Halikinnor.
Pemkab optimistis, dengan dukungan infrastruktur bandara yang terus dibenahi, kehadiran maskapai baru di Sampit hanya tinggal menunggu waktu.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


