PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mendorong pemerintah kota untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
“Upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan agar kasus serupa tidak terus berulang di lingkungan kita,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Menurut Sri, kekerasan baik secara fisik maupun nonfisik seperti perundungan masih kerap ditemukan di tengah masyarakat, yang menunjukkan masih rendahnya kesadaran terhadap pentingnya kesetaraan serta perlindungan bagi kelompok rentan.
“Kesadaran publik perlu ditingkatkan, sebab banyak yang belum memahami bahwa kekerasan verbal pun termasuk bentuk pelanggaran terhadap martabat manusia,” tuturnya.
Ia menegaskan, tanggung jawab pemerintah tidak hanya pada penindakan kasus, tetapi juga pada pembentukan lingkungan sosial yang aman dan inklusif, karena edukasi publik dinilai krusial untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih menghargai hak setiap individu.
“Pemerintah harus mendorong masyarakat memahami bahwa setiap orang, tanpa kecuali, berhak atas rasa aman dan penghormatan,” tegasnya.
Sri menambahkan, banyak kasus kekerasan muncul karena lemahnya kontrol emosi dalam keluarga dan minimnya pengetahuan mengenai penyelesaian masalah secara sehat, sehingga pencegahan mesti dimulai dari rumah tangga sebagai pondasi utama.
“Ketika orang tua memahami komunikasi yang sehat, potensi kekerasan bisa ditekan secara signifikan,” tuturnya.
Selain faktor psikologis, tekanan ekonomi juga kerap menjadi pemicu munculnya kekerasan dalam rumah tangga, sehingga pemerintah perlu menghadirkan program pemberdayaan ekonomi agar keluarga tidak terjebak dalam situasi penuh tekanan.
“Solusi ekonomi sangat dibutuhkan, karena kemiskinan sering kali memicu stres yang berujung pada kekerasan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang berdampak pada maraknya kekerasan di masyarakat, sehingga selain edukasi tentang kesetaraan, Pemko perlu memperkuat kampanye bahaya narkoba serta memperluas akses layanan rehabilitasi.
“Masalah ini harus ditangani secara kolaboratif. Pemerintah, masyarakat, dan keluarga harus saling berperan aktif untuk menciptakan lingkungan yang bebas kekerasan,” tutupnya.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal


