KatakataKatakata
  • Home
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Pemko Palangka Raya
    • Pemkab Pulang Pisau
    • Pemkab Kapuas
    • Pemkab Barito Selatan
    • Pemkab Barito Utara
    • Pemkab Barito Timur
    • Pemkab Murung Raya
    • Pemkab Katingan
    • Pemkab Kotawaringin Timur
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Sukamara
    • Pemkab Seruyan
    • Pemkab Gunung Mas
    • Dinas PUPR Barito Selatan
    • PUPR-PKP Kapuas
  • Legislatif
    • DPRD Prov Kalteng
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Gunung Mas
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial Budaya
    • Opini
Reading: Deforestasi Kalteng Capai 479 Ribu Hektare, DAS Kapuas Dinilai Kian Rentan
Bagikan
KatakataKatakata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Legislatif
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
  • Home
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Pemko Palangka Raya
    • Pemkab Pulang Pisau
    • Pemkab Kapuas
    • Pemkab Barito Selatan
    • Pemkab Barito Utara
    • Pemkab Barito Timur
    • Pemkab Murung Raya
    • Pemkab Katingan
    • Pemkab Kotawaringin Timur
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Sukamara
    • Pemkab Seruyan
    • Pemkab Gunung Mas
    • Dinas PUPR Barito Selatan
    • PUPR-PKP Kapuas
  • Legislatif
    • DPRD Prov Kalteng
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Gunung Mas
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial Budaya
    • Opini
  • Box Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
@2023 Copyright Katakata.co.id

Kalimantan TengahPeristiwa

Deforestasi Kalteng Capai 479 Ribu Hektare, DAS Kapuas Dinilai Kian Rentan

Jumat, 24 April 2026 13:28
Bagikan
3 Min Read
Bagikan

PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Laju kehilangan hutan di Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan serius berbagai pihak. Data dari Global Forest Watch mencatat, sepanjang periode 2020 hingga 2024, luas hutan yang hilang mencapai sekitar 479 ribu hektare.

Kondisi ini mendapat perhatian dari Save Our Borneo (SOB), yang menilai tekanan terhadap lingkungan, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, semakin meningkat. Dalam konferensi pers memperingati Hari Bumi pada 22 April 2026, SOB memaparkan sejumlah temuan lapangan yang dinilai mengkhawatirkan.

Direktur SOB, M. Habibi, menyebut DAS Kapuas merupakan wilayah penting yang seharusnya menjadi prioritas pemulihan ekosistem, terlebih kawasan ini pernah terdampak proyek Pengembangan Lahan Gambut 1995–1997.

“DAS Kapuas terancam mengalami dampak ekologis akibat perubahan tutupan lahan yang masif,” ujarnya.

Menurut SOB, aktivitas Hutan Tanaman Industri (HTI) menjadi salah satu faktor utama tekanan tersebut. Dua perusahaan yang disorot adalah PT Industrial Forest Plantation dan PT Bumi Hijau Prima, yang memiliki konsesi luas di kawasan tersebut. Dari total area konsesi, tercatat puluhan ribu hektare telah mengalami deforestasi.

PT Industrial Forest Plantation disebut menyumbang deforestasi terbesar dengan pembukaan hutan untuk penanaman akasia, sementara PT Bumi Hijau Prima mengembangkan tanaman sengon dan balsa. SOB menilai praktik ini berpotensi menghilangkan fungsi penting hutan sebagai penyerap karbon sekaligus habitat satwa.

“Pembukaan hutan alam untuk tanaman monokultur telah mengurangi fungsi kawasan sebagai carbon sink dan mengancam keanekaragaman hayati,” kata Habibi.

Temuan ini dinilai bertolak belakang dengan target pemerintah melalui kebijakan FOLU Net Sink 2030, yang menargetkan sektor kehutanan menjadi penyerap bersih emisi karbon. Di Kalimantan Tengah, kebijakan tersebut diterjemahkan dalam rencana kerja daerah, termasuk perlindungan kawasan konservasi.

Namun di lapangan, SOB menemukan adanya aktivitas pembukaan lahan di area yang seharusnya masuk zona perlindungan. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi implementasi kebijakan tersebut.
Selain itu, tim SOB juga mencatat adanya fragmentasi habitat satwa. Salah satunya terlihat dari kemunculan owa-owa di kawasan yang telah terpecah akibat pembangunan jalan dan pembukaan lahan.

SOB menilai kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara kebijakan dan praktik di lapangan. “Ketika satu sisi menargetkan penyerapan karbon, namun di sisi lain pembukaan hutan terus terjadi, maka ini menjadi paradoks,” tegas Habibi.

Melalui laporannya, SOB mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat pengawasan serta mengevaluasi izin usaha kehutanan di kawasan rawan seperti DAS Kapuas. Selain itu, perusahaan diminta menghentikan pembukaan hutan alam, khususnya di wilayah dengan nilai konservasi tinggi, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan lingkungan.

Penulis : Wiyandri
EDitor : Ardi

TOPIK Deforestasi, Kapuas, SOB
Editor Katakata Jumat, 24 April 2026 13:28
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please select a rating!

POPULER

Bursa Calon Rektor UPR Diguncang Dugaan Skandal: Kementerian DIKTISAINTEK Perintahkan Prof Bhayu Diperiksa!
Senin, 14 September 2026 23:05
CATATAN REDAKSI: Ketika Jerit Anak Di Bawah Umur Korban Kekerasan Seksual Kalah oleh Kelonggaran Hukum
Jumat, 18 September 2026 18:08
Kembalinya Sang Wartawan: Sentuhan “Tangan Dingin” Bung Sigit Mengarsiteki Kejayaan Porwanas Kalteng 2027
Selasa, 29 September 2026 18:57
Asap Ini Bisa Membunuh Kami Perlahan! Maksimalkan Bantuan, Hentikan Retorika, Adili Korporasi, dan Jamin Hak Hidup Rakyat Kalteng!
Kamis, 24 September 2026 22:35
Kapolresta Palangka Raya Tegaskan Tersangka Persetubuhan Anak di Bawah Umur Resmi Ditahan Lagi
Senin, 21 September 2026 19:05

Berita Terbaru

Persiapkan Kejurnas di Karawang, Pengprov PODSI Kalteng Panggil Atlet Eks-PON
Headline Kalimantan Tengah Palangka Raya Selasa, 13 Oktober 2026 21:30
Prodi Agribisnis UPR Berikan Pelatihan Pengolahan Singkong Lokal jadi Mie
Kalimantan Tengah Palangka Raya Pendidikan Universitas Palangka Raya Selasa, 13 Oktober 2026 18:04
Pasca Dilantik, Rektor UPR Fokus Peningkatan Kualitas Pelayanan Kepada Mahasiswa dan Pembenahan Sarpras
Kalimantan Tengah Palangka Raya Pendidikan Universitas Palangka Raya Selasa, 13 Oktober 2026 17:52
Rektor UPR Hadiri Seminar Nasional Sains dan Teknologi FMIPA
Kalimantan Tengah Palangka Raya Pendidikan Universitas Palangka Raya Selasa, 13 Oktober 2026 17:49
Kendalikan Harga Beras, BI dan Bulog Pasok 150 Ton Beras Premium ke Kalteng
Headline Kalimantan Tengah Palangka Raya Pemprov Kalteng Selasa, 13 Oktober 2026 15:45

You Might Also Like

DPRD KapuasKalimantan Tengah

Anggota DPRD Kapuas Ingatkan Seluruh Pihak Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Karhutla

Selasa, 14 Juli 2026 05:42
Kalimantan TengahNasionalPemerintahanPemkab Kapuas

Ketua Dekranasda Kapuas Berkomitmen Lakukan Pembinaan Kepada Perajin dan Pelaku UMKM

Selasa, 14 Juli 2026 05:40
Kalimantan TengahPeristiwa

Pemuda di Kapuas Diduga Nekat Habisi Nyawa Ayah Kandungnya Gunakan Sajam

Minggu, 12 Juli 2026 12:02
DPRD KapuasKalimantan Tengah

DPRD Kapuas Apresiasi Pihak Kepolisian Atas Keberhasilan Kampung Bebas Narkoba

Minggu, 28 Juni 2026 11:24
KatakataKatakata
Follow US
© 2023 Global Media Bersaudara | Katakata.co.id
  • Box Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Selamat Datang!

Login ke Akun Anda

Lost your password?