PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Upaya meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan terus diperkuat oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah melalui perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jemaat Kristen Indonesia Shalom Kalimantan Tengah, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan perpanjangan PKS tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan.
Perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, Hensah, bersama Koordinator Gereja Jemaat Kristen Indonesia Shalom Kalimantan Tengah, Pdt. Thomas M. Simanjuntak.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan pembinaan kepribadian berupa kegiatan kerohanian dan pendalaman iman bagi tahanan maupun warga binaan pemasyarakatan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) se-Kalimantan Tengah.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, Hensah, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran strategis dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan dapat membantu warga binaan memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual selama menjalani masa pidana.
“Pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan. Melalui pendalaman iman yang dilakukan secara konsisten, warga binaan dapat membangun kesadaran diri, memperbaiki sikap, serta memiliki motivasi yang lebih kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Hensah.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan yang dilaksanakan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Kalimantan Tengah.
“Kerja sama ini menjadi wujud sinergi yang sangat positif. Kami menyadari bahwa keberhasilan pembinaan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi dan tokoh keagamaan,” tambahnya.
Sementara itu, Pdt. Thomas M. Simanjuntak menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program pembinaan kerohanian bagi warga binaan melalui pelayanan rohani, pendampingan, serta kegiatan pendalaman iman yang terstruktur dan berkesinambungan.
Hensah berharap perpanjangan kerja sama ini dapat semakin memperluas jangkauan pelayanan kerohanian di seluruh Lapas, LPKA, dan Rutan se-Kalimantan Tengah. Ia juga menekankan bahwa pembinaan spiritual merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan siap berintegrasi kembali dengan lingkungan sosialnya.
“Melalui perpanjangan PKS ini, kami berharap manfaat pembinaan kerohanian dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh warga binaan. Dengan bekal nilai-nilai keimanan yang kuat, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat ketika kembali ke lingkungan sosialnya,” tutup Hensah.
Penulis : wiyandri
Editor: Ardi


