SAMPIT,katakata.co.id – Program pemberian makanan bergizi gratis kembali dijalankan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah kasus keracunan, dapur umum milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memenuhi standar kebersihan yang ketat.
Saat ini, satu dapur SPPG telah beroperasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit. Dalam waktu dekat, satu dapur lagi di Kecamatan Parenggean akan segera menyusul beroperasi. Selain itu, terdapat 14 titik SPPG lain di sejumlah kecamatan yang masih dalam tahap persiapan.
Untuk menjamin mutu pangan dan mencegah kejadian luar biasa, khususnya keracunan, setiap dapur umum SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Para relawan yang terlibat dalam pengolahan makanan juga harus memiliki sertifikat penjamah makanan serta melakukan uji sampel air dan bahan makanan sebelum dapur beroperasi.
Standar operasional dapur umum pun diperketat. Setiap makanan yang akan didistribusikan ke penerima diwajibkan melalui uji organoleptik, yakni pemeriksaan kualitas berdasarkan bau, rasa, dan tampilan makanan.
Koordinator Wilayah SPPG Kotawaringin Timur, Rini Maulida, menjelaskan bahwa pembatasan kapasitas penyediaan makanan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas makanan.
“Agar dapur umum SPPG bisa selalu menjaga kualitas makanannya, kapasitas penyediaan makanan oleh setiap SPPG dibatasi sebanyak 3.000 porsi per hari. Dari jumlah itu, sekitar 2.000 hingga 2.500 porsi untuk anak sekolah, dan 500 porsi sisanya untuk kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” ujar Rini.
Dengan penerapan standar kebersihan yang ketat dan pengawasan rutin, program pemberian makanan bergizi gratis ini diharapkan dapat berjalan aman, higienis, serta tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat di Kotawaringin Timur.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


