PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Kegiatan ini digelar di Aula Betang Hapakat Lantai 4 Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (28/1/2026).
Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, dalam paparannya menyampaikan bahwa perekonomian global masih berada dalam fase perlambatan, terutama di negara maju. Namun demikian, perekonomian domestik Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik, didukung oleh permintaan domestik yang relatif kuat.
Ketidakpastian global turut berdampak pada pasar keuangan internasional, termasuk pergerakan nilai tukar. Meski demikian, terdapat peluang perbaikan sentimen seiring ekspektasi penyesuaian kebijakan moneter global. Bank Indonesia terus mencermati dinamika tersebut guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Terkait perkembangan ekonomi Kalimantan Tengah, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor dan impor pada 2025 hingga November tercatat mengalami perlambatan. Komoditas batu bara sebagai salah satu andalan daerah menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang melambat sejalan dengan isu transisi energi global, sementara komoditas unggulan lainnya masih berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah diprakirakan didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, khususnya menjelang periode hari besar keagamaan. Selain itu, peningkatan kebutuhan biodiesel serta bertambahnya luas tanaman menghasilkan kelapa sawit diperkirakan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.
Dari sisi sektor pertanian, mulai berproduksinya berbagai program pangan, termasuk program cetak sawah, diharapkan menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada 2026, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, inflasi Kalimantan Tengah pada 2025 tercatat berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilisasi harga, guna menjaga stabilitas ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


