SAMPIT,katakata.co.id – Di balik segala keterbatasan, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang sama untuk berkarya dan berprestasi. Hal tersebut ditunjukkan melalui berbagai lomba yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, di mana mereka tampil percaya diri menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Sekolah Khusus Negeri (SKN) 3 Sampit dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Disabilitas Internasional. Suasana pusat perbelanjaan pun tampak berbeda, dengan kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus yang antusias mengikuti setiap rangkaian lomba.
Berbagai perlombaan digelar, di antaranya peragaan busana, lomba tata boga, hingga nail art atau seni menghias kuku. Anak-anak tampak menikmati kegiatan tersebut dan menunjukkan rasa percaya diri saat menampilkan hasil karya mereka di hadapan pengunjung.
Selain lomba bagi anak berkebutuhan khusus, panitia juga menggelar perlombaan untuk siswa dari sekolah umum. Mulai dari lomba mewarnai untuk jenjang TK, menggambar untuk siswa SD, melukis ornamen Telawang untuk tingkat SMP, hingga pembuatan topeng Babukung bagi siswa SMA.
Kepala Sekolah Khusus Negeri 3 Sampit, Sari Mulawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan menjadi ruang belajar dan berekspresi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, ajang ini juga menjadi bagian dari persiapan mereka untuk menghadapi dunia kerja di masa depan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki, sekaligus melatih kemandirian dan kepercayaan diri,” ujar Sari Mulawati.
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Pengawas Sekolah Khusus Disdik Kalteng, Tri Nugroho, menilai kegiatan ini sebagai langkah positif karena mampu menampilkan bakat dan kemampuan anak berkebutuhan khusus di ruang publik.
“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan diri anak sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus juga memiliki kemampuan dan prestasi yang membanggakan,” katanya.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 250 anak ini membawa pesan kuat bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan meraih masa depan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat kembali digelar dengan konsep yang lebih meriah dan melibatkan lebih banyak pihak.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


