PALANGKARAYA,katakata.co.id — Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, menyoroti pentingnya skema kompensasi yang adil bagi industri media di tengah masifnya pemanfaatan konten jurnalistik oleh perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI). Hal itu disampaikan usai dibuka secara resmi kegiatan Konferwil II AMSI Kalimantan Tengah di Luwansa Hotel, Senin, (22/12/2025).
Wahyu menyebut kekhawatiran utama media saat ini muncul karena berita yang diproduksi oleh media lokal maupun nasional diambil dan digunakan oleh perusahaan AI global tanpa adanya pola pembayaran yang jelas. Media, menurutnya, kehilangan hak ekonomi yang seharusnya mereka terima.
Ia menjelaskan bahwa AMSI tengah menyiapkan sebuah protokol baru yang ditargetkan diluncurkan tahun depan. Protokol ini bertujuan memasukkan aktivitas bot pengambil konten media ke dalam rantai distribusi yang lebih adil, sehingga penerbit berita tetap mendapatkan kompensasi.
Sementara itu, Ketua AMSI Kalteng, Hairil Supriadi, menegaskan bahwa kehadiran AI menjadi tantangan besar bagi media daerah. Menurutnya, media harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tidak tertinggal dalam lanskap digital yang terus berkembang.
Hairil menilai bahwa teknologi AI saat ini telah menyedot data dan informasi dari media tanpa menampilkan sumber asli, yang pada akhirnya merugikan industri media karena tidak ada pemasukan yang kembali kepada pembuat konten. Hal ini disebutnya sebagai bentuk ketidakadilan yang harus segera diatasi.
Ia menegaskan bahwa isu kompensasi konten tidak dapat diselesaikan oleh satu media saja. Karena itu, AMSI wilayah bersama AMSI Pusat terus membangun komunikasi dan kajian kolektif agar negosiasi dengan perusahaan teknologi global dapat dilakukan dengan posisi tawar yang lebih kuat.
Konferwil II AMSI Kalteng pun menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan langkah seluruh media siber di daerah dalam menghadapi perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat komitmen bersama terhadap jurnalisme profesional dan berkelanjutan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


