KASONGAN, katakata.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Katingan menyebutkan, data Prevalensi Stunting Katingan pada 2022 tercatat sebesar 20 persen, dan pada 2023 sebesar 17,7 persen, atau mengalami penurunan sebesar 2,3 persen. Angka tersebut, diharapkan bisa Kembali mengalami penurunan pada 2024.
Pernyataan itu, disampaikan Kepala Dinkes Katingan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Noviyanti Israhayu, dalam kegiatan Bakti Sosial Hari Gizi Nasional Ke-64, di Halaman TK Negeri Pembina dan Halaman Kantor Posyandu Widuri II, Kelurahan Pendahara, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, belum lama tadi.
Pada kegiatan yang dihadiri Ketua TP-PKK Katingan Sumiati Saiful bersama Ketua DWP Katingan Nanti Pransang, Camat Tewang Sangalang Garing Anitha Kristia Dewi, dan Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dewan Pimpinan Cabang Katingan Erawati, Noviyanti, mengungkapkan, berdasarkan pengumuman Kementrian Kesehatan RI, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rakernas, di mana prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4 persen pada 2021 menjadi 21,6 persen pada 2022.
“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar,” terangnya dalam kegiatan bertemakan MP-ASI Kaya Protein Hewan Cegah Stunting.
Dijelaskan, ada beberapa hal penyebab stunting, antara lain asupan gizi dan status kesehatan, yang meliputi ketahanan pangan (ketersediaan, keterjangkauan dan akses pangan bergizi), lingkungan sosial (norma, makanan bayi dan anak, hygiene, pendidikan dan tempat kerja), lingkungan Kesehatan (akses pelayanan preventif dan kuratif), serta lingkungan pemukiman (air, sanitasi, kondisi bangunan).
“Untuk mengatasi masalah stunting, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan pentingnya memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) kaya protein hewani, sebagai strategi dalam pencegahan stunting pada anak-anak,” katanya.
Noviyanti, menambahkan, dengan memberikan MP-ASI kaya protein hewani, bukan hanya langkah preventif terhadap stunting, tetapi juga investasi jangka panjang dalam kesehatan dan pertumbuhan anak-anak Indonesia. Dengan kolaborasi antara keluarga, pemerintah, dan Masyarakat.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkatkan derajat kesehatan anak-anak balita di wilayah Kabupaten Katingan,” pungkas Noviyanti Israhayu.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Katingan Sumiati Saiful, mengaku sangat senang dengan antusiasnya ibu-ibu yang hadir, dan mengucapkan terima kasih kepada PERSAGI Katingan dan aspirasinya atas kepeduliannya, karena pemenuhan gizi masyarakat Katingan sangat penting.
“Saat ini kita sedang gencar dan fokus kepada masyarakat stunting, di sini para tim PERSAGI muncul sebagai orang yang nantinya terlibat dalam penanganan stunting di Posyandu-Posyandu,” ujarnya.
Menurutnya, gizi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang manusia, terutama sejak bayi dalam kandungan sampai remaja. Untuk itu, dia mengajak ibu-ibu di Katingan agar mengajak anak-anaknya ke Posyandu, tidak hanya pada masa imunisasi saja.
“Di Posyandu, ibu-ibu juga dapat melakukan pengecekan kesehatan. Saya mengajak ibu-ibu lebih memperhatikan makan protein hewani bagi anak-anaknya, supaya kita dapat menurunkan angka stunting yang ada di Kabupaten Katingan,” tutup Sumiati Saiful. (hai/red)


