Penulis: Ririen Binti
Koordinator Humas dan Promosi PODSI KalTeng
PALANGKA RAYA,katakata.co.id- Kalimantan Tengah dan olahraga dayung adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sejarah mencatat, sungai-sungai besar di Bumi Tambun Bungai ini pernah melahirkan pahlawan-pahlawan olahraga dayung yang disegani dalam setiap pertandingan.
Dahulu, setiap kali kontingen Kalteng berangkat bertanding, cabang olahraga dayung adalah jaminan mutu, karena menjadi lumbung emas tempat kita menggantungkan kebanggaan daerah di tingkat nasional, bahkan internasional.
Waktu berputar dan roda prestasi sempat meredup, dan kita terjebak dalam paceklik medali emas. Riak air kita seolah kehilangan tenaganya, dan laju perahu-perahu kita melambat.
Namun, ratapan masa suram itu harus kita kubur habis! Di bawah panji Isen Mulang, era baru pembinaan yang masif, taktis, dan terstruktur resmi kita kobarkan!
Pada Minggu, 30 Agustus 2026, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Pengurus Provinsi (Pengprov) PODSI Kalteng masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan.
Nakhoda baru itu adalah Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, S.T., M.TP yang juga mengemban amanah strategis sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng.
Bersama sang Profesor, PODSI Kalteng langsung bergerak cepat dengan suntikan energi baru, akselerasi jaringan luas, dan modernisasi sistem tata kelola organisasi.
Di tangan seorang akademisi sekaligus birokrat visioner ini, masyarakat Kalteng menggantungkan harapan besar: membangun fasilitas terbaik dan mengangkat kembali prestasi dayung dari keterpurukan menuju puncak nasional hingga internasional.
Memimpin transformasi ini tentu bukan perkara mudah. Menghidupkan kembali “raksasa yang tidur” membutuhkan komitmen, disiplin baja, dan strategi yang matang.
Namun, esensi dari olahraga dayung adalah kerja tim yang harmonis, kayuhan yang serentak, dan mental pantang menyerah sebelum menyentuh garis finis.
Jika sang nakhoda sudah siap mengomandoi, maka seluruh kru, mulai dari atlet, pelatih, pengurus, hingga dukungan doa masyarakat Kalteng, harus mendayung dengan ritme yang sama.
Komitmen ini bukan sekadar bumbu retorika. Melalui Rapat Kerja Provinsi yang digelar beriringan dengan pelantikan, riak kebangkitan itu langsung terasa nyata.
Raker yang dihadiri langsung oleh para mantan atlet handal (legenda dayung Kalteng), pelatih senior, serta jajaran Pengurus Provinsi dan Cabang PODSI kabupaten / kota menjadi wadah penyatuan emosional dan taktis.
Dalam forum tersebut, seluruh insan dayung Kalteng satu suara dan membulatkan tekad untuk meraih target ambisius namun realistis: membawa pulang 5 medali emas pada ajang PON yang akan datang.
Target ini menjadi tolok ukur utama bahwa manajemen pembinaan atlet di bawah arahan Prof. Juni Gultom akan bergerak secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Pertanyaannya kini bukan lagi “Mampukah kita?”, melainkan “Seberapa siap kita untuk berjuang bersama?”.
Prof. Juni Gultom telah hadir membawa kompas arah baru, menyatukan kekuatan birokrasi, akademisi, dan pengalaman para mantan atlet legendaris. Kini saatnya para atlet muda Kalteng kembali turun ke air dengan dada membusung dan tatapan mata yang tajam.
Ingatlah bahwa darah pedayung juara mengalir di tubuh kalian. Sungai-sungai di Kalteng tidak pernah berubah, mereka tetap menempa mental kalian menjadi sekeras baja.
Mari kita rapatkan barisan, satukan kayuhan, dan percayakan perahu prestasi ini di bawah kepemimpinan yang baru. Bersama Prof. Juni Gultom, mari kita bawa perahu dayung Kalteng melaju kencang, menembus arus, dan membawa pulang 5 medali emas.
Sebagai penutup, kita Kembali pada pertanyaan awal: Mampukah Prof. Juni Gultom membawa perahu dayung Kalteng melaju kencang? Sang waktu akan mengujinya, dan Tuhan Pemilik Kehidupan akan merestuinya.
Tugas kita hari ini bukan lagi meragu, melainkan mendayung sekuat tenaga hingga riak air di Bumi Tambun Bungai kembali bergelora di puncak tertinggi nasional.
ISEN MULANG !!!!!!


