PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Dugaan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat pusat menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari. Ia menilai kasus tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat pengawasan dan membenahi tata kelola program MBG di daerah.
Menurut Tantawi, MBG merupakan program prioritas nasional yang memiliki tujuan strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan, profesional, dan terbebas dari kepentingan yang dapat menyimpang dari tujuan program.
Ia menyebut kasus yang terjadi di tingkat pusat harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, termasuk jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) di daerah.
“Peristiwa yang terjadi di Jakarta harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak di daerah. Jangan sampai pengelolaan MBG di Palangka Raya maupun Kalimantan Tengah ikut tercoreng oleh oknum yang memiliki kepentingan di luar tujuan mulia program yang dicanangkan Presiden,” ujar Tantawi kepada Prokalteng, Selasa (9/6/2026).
Tantawi menekankan pentingnya setiap pelaksana di daerah menjalankan tugas berdasarkan prosedur, kewenangan, dan ketentuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, kepatuhan terhadap mekanisme menjadi salah satu kunci untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Pahandut dan Sabangau itu juga mengingatkan agar potensi konflik kepentingan dapat dicegah sejak awal.
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius, kata dia, adalah proses penentuan titik pelaksanaan program dan pemilihan mitra. Mekanisme tersebut harus dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan celah bagi praktik yang merugikan program.
“BGN di daerah jangan sampai terlibat jual beli titik. Hindari konflik interest. Semua harus berjalan sesuai aturan dan kewenangan masing-masing,” tegasnya.
Ia berharap pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di Palangka Raya dan Kalteng dapat diperkuat dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Pengawasan yang konsisten dinilai penting untuk memastikan program benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat.
Tantawi juga mendorong agar setiap pihak yang terlibat menjaga integritas dan tidak memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Dengan tata kelola yang baik, MBG diharapkan tetap berjalan sesuai tujuan awal sebagai program peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


