PALANGKA RAYA, katakata.co.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya resmi meluncurkan inovasi LA’NGOPI (Lapas Perempuan Ngobrol Pintar) sebagai wadah diskusi dan berbagi pengetahuan antara pegawai, aparat penegak hukum (APH), serta para pemangku kepentingan. Peluncuran program tersebut digelar di Aula Lapas Perempuan Palangka Raya, Selasa (7/7/2026).
Program LA’NGOPI dirancang sebagai forum rutin bagi pegawai yang telah mengikuti bimbingan teknis maupun pelatihan untuk membagikan ilmu yang diperoleh, sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi dalam mendukung pembinaan warga binaan.
Kegiatan peluncuran dihadiri oleh Kabid Pembinaan, Penindakan dan TI Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, Tubagus Chaidir yang mewakili Kakanwil, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya beserta jajaran, Kajari Palangka Raya, Yunardi, perwakilan Pengadilan Negeri Palangka Raya, jajaran Polres Palangka Raya hingga awak media.
Acara diawali dengan pemaparan oleh Kasubag Tata Usaha Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Christin Sari, S.H., selaku penggagas LA’NGOPI, kemudian dilanjutkan dengan peresmian program oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Perempuan menegaskan bahwa LA’NGOPI merupakan bentuk komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.
“LA’NGOPI ini bentuk komitmen kami. Pegawai yang sudah ikut bimtek harus bisa menyebarkan ilmunya, dan berdiskusi dengan APH serta stakeholder. Dengan begitu pembinaan di Lapas Perempuan bisa berjalan lebih terarah, sinergi, dan berdampak,” tegas Kepala Lapas.
Sementara itu, Christin Sari menjelaskan bahwa LA’NGOPI tidak hanya menjadi media berbagi pengalaman dari pegawai yang mengikuti pelatihan, tetapi juga membuka ruang bagi narasumber dari berbagai instansi.
“Intinya LA’NGOPI adalah wadah untuk kita berbagi dan menambah ilmu pengetahuan. Narasumbernya bisa dari pegawai yang ikut bimtek atau pelatihan, bisa juga dari segala lini seperti APH maupun stakeholder lainnya,” ujarnya.
Melalui program tersebut, berbagai materi akan dibahas secara berkala, mulai dari penegakan hukum, pembinaan warga binaan, pelayanan kesehatan, hingga program reintegrasi sosial. Harapannya, seluruh peserta dapat saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam mendukung sistem pemasyarakatan.
Kabid Pembinaan, Penindakan dan TI Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, Tubagus Chaidir, memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting dalam membangun sistem pemasyarakatan yang semakin baik.
“Kolaborasi adalah kunci. Melalui LA’NGOPI, Lapas Perempuan menunjukkan keseriusannya membangun sistem pemasyarakatan yang kolaboratif,” katanya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya yang menilai LA’NGOPI dapat menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antarlembaga.
“Kejari sangat mengapresiasi LA’NGOPI sebagai wadah yang sangat bagus untuk saling sharing knowledge dalam menyamakan persepsi antara Lapas dengan APH dan stakeholder,” ujarnya.
Ke depan, LA’NGOPI ditargetkan menjadi agenda bulanan yang melibatkan berbagai unsur, sehingga mampu memperkuat jejaring kerja sama sekaligus menghadirkan sistem pembinaan warga binaan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berdampak. Peluncuran program ini menjadi langkah baru bagi Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya dalam memperkuat sinergi, baik di lingkungan internal maupun dengan mitra eksternal.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


