KUALA KAPUAS, katakata.co.id- Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kapuas, Kalimantan Tengah, Kusmiatie, menginstruksikan seluruh perwakilan OPD teknis untuk segera melakukan aksi nyata di lapangan terkait beberapa komoditas yang masih terpantau tinggi seperti bawang merah, minyak goreng khususnya Minyakita, serta cabai rawit kecil.
“Dinas Pertanian harus memastikan gerakan menanam cabai berjalan konsisten setiap bulan dan laporannya rutin diunggah,” kata Kusmiatie, di Kuala Kapuas, Senin (6/7/2026).
Hal itu disampaikannya, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual, bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas.
Kemudian, lanjutnya, untuk menyiasati keterbatasan anggaran, Dinas Perdagangan dan instansi terkait harus memperkuat kolaborasi dengan Perum BULOG untuk nebeng menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Selain pengendalian inflasi, rakor kali ini juga mengevaluasi pelaksanaan Program 3 Juta Rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026. Merujuk data pantauan Direktorat Jenderal Perumahan dan Kawasan Permukiman, total instruksi verifikasi di Kalteng mencapai 3.920 dengan total penetapan Calon Penerima Bantuan (CPB) sebanyak 1.931.
“Dari jumlah tersebut, Kabupaten Kapuas telah menyumbang sebanyak 135 usulan program,” ujarnya.
Terkait program perumahan ini, Kusmiatie meminta perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk melakukan validasi secara objektif dan bersinergi dengan Dinas Sosial agar bantuan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat miskin.
Sementara itu, dalam paparan nasional yang disampaikan oleh Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, bahwa kondisi inflasi tahunan (year-on-year) Provinsi Kalteng, tercatat sebesar 4,47 persen.
Namun, di sisi lain berdasarkan data yang disajikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono, untuk wilayah Pulau Kalimantan, Provinsi Kalteng, berhasil menjadi provinsi dengan tingkat inflasi bulanan (month-to-month) terendah pada bulan Juni 2026, yakni sebesar 0,23 persen.
Penulis : Ardi
Editor : Ika


