KATINGAN, katakata.co.id – Operasi pencarian terhadap personel kepolisian yang menjadi korban bentrokan berdarah saat penggerebekan kasus narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali membuahkan hasil. Anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Bripda Nopandri Ramadhana, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (4/7/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Bripda Nopandri ditemukan oleh tim gabungan dalam operasi pencarian yang melibatkan personel kepolisian, tim SAR, serta dukungan masyarakat setempat. Korban ditemukan tersangkut di antara tumpukan ranting kayu dan bambu di aliran Sungai Katingan.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan bersama warga. Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah kemudian dibawa ke daratan untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Hingga Sabtu sore, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan yang diperkuat personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah terus menyisir aliran Sungai Katingan dan kawasan sekitar tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari satu personel yang hingga kini masih belum ditemukan, yakni Aipda Sumariyanto.
Sebelumnya, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, telah lebih dahulu ditemukan dalam keadaan gugur di lokasi kejadian akibat luka senjata tajam yang dialaminya saat operasi berlangsung.
Dalam perkembangan penyelidikan, aparat kepolisian telah mengamankan seorang terduga pelaku penyerangan berinisial A. Sementara itu, target operasi kasus narkoba berinisial BIO, yang diduga menjadi pemicu terjadinya insiden berdarah tersebut, bersama seorang kerabatnya berinisial RA, dilaporkan melarikan diri dan hingga kini masih menjadi buronan serta dalam pengejaran aparat kepolisian.
Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling tragis dalam pelaksanaan operasi pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah. Aparat masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang belum tertangkap sekaligus mengintensifkan pencarian terhadap personel yang masih dinyatakan hilang.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


