KATINGAN, katakata.co.id – Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bersama Kepolisian Resor Katingan berhasil menangkap seorang pria bernama Saldy alias Ateng, yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penggerebekan jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Terduga pelaku diamankan aparat di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, setelah beberapa hari masuk dalam daftar pencarian pascainsiden berdarah yang menewaskan seorang anggota Polri dan menyebabkan dua personel lainnya sempat dinyatakan hilang saat operasi berlangsung.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, Ateng kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap sejauh mana keterlibatannya dalam aksi penyerangan terhadap aparat kepolisian saat operasi pemberantasan narkoba dilakukan.
“Benar, kami telah mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial Ateng yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap anggota kami saat operasi di Desa Tumbang Kalemei,” ujar Dodik, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, terduga pelaku diketahui bernama Saldy, lahir di Tumbang Kalemei pada 30 Mei 1988, berjenis kelamin laki-laki. Ia tercatat berstatus kawin, bekerja sebagai petani/pekebun, beragama Hindu, serta memiliki latar pendidikan tamat Sekolah Dasar atau sederajat.
Saldy diketahui berdomisili di RT 03, Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Aparat kini terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam jaringan peredaran narkotika maupun perannya dalam aksi penyerangan terhadap petugas di lokasi kejadian.
Meski satu orang telah berhasil diamankan, kepolisian memastikan proses pengejaran masih terus berlangsung. Tim gabungan saat ini masih memburu sejumlah terduga pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan brutal terhadap aparat ketika operasi pengungkapan kasus narkotika tersebut dilakukan.
“Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum setelah insiden penyerangan tersebut menyebabkan gugurnya anggota Satresnarkoba, Aipda Yudhi Perdana Putra, saat menjalankan tugas memberantas jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Katingan.
“Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku,” pungkas Dodik.
Penangkapan Saldy alias Ateng menjadi perkembangan penting dalam pengungkapan kasus penyerangan terhadap aparat yang mengguncang Kalimantan Tengah. Sementara itu, operasi pengejaran terhadap pelaku lainnya terus dilakukan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


