PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Solidaritas berbagai elemen masyarakat dalam memerangi peredaran narkotika di Kalimantan Tengah terus menguat menyusul insiden berdarah saat penggerebekan bandar narkoba di wilayah Tumbang Kalamei yang menewaskan anggota kepolisian ketika menjalankan tugas.
Sejumlah organisasi masyarakat Islam di Kalimantan Tengah bersama Gerakan Dayak Anti Narkoba pada Kamis (2/7/2026) secara terbuka menyampaikan sikap tegas mengutuk keras aksi perlawanan bandar narkoba yang dinilai sebagai bentuk kejahatan serius terhadap negara sekaligus ancaman nyata bagi keamanan masyarakat.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh gabungan organisasi Islam yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta LDII.
Dalam pernyataan resminya, mereka mengecam keras tindakan bandar narkoba yang berani melakukan perlawanan terhadap aparat penegak hukum saat operasi penggerebekan berlangsung. Insiden tersebut dinilai menunjukkan bahwa ancaman narkotika di Kalimantan Tengah sudah berada pada level yang sangat memprihatinkan dan memerlukan langkah pemberantasan yang lebih tegas serta menyeluruh.
“Kami segenap Ormas Islam Provinsi Kalimantan Tengah mengutuk insiden yang terjadi di Tumbang Kalamei, yaitu perlawanan dari bandar narkoba terhadap penggerebekan yang dilakukan oleh kepolisian di daerah setempat. Karena itu, kami berharap kepada Polda Kalimantan Tengah untuk segera bergerak dan memberantas aksi narkoba yang ada di Kalimantan Tengah,” demikian isi pernyataan sikap bersama tersebut.
Dukungan terhadap langkah tegas aparat kepolisian juga disampaikan Gerakan Dayak Anti Narkoba melalui Ketua GDAN, Ririn Binti.
Ririn menegaskan, sikap yang disampaikan ormas Islam menjadi bukti nyata bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan telah menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi maupun kelompok.
Menurutnya, tragedi yang menyebabkan gugurnya anggota kepolisian dalam operasi di Tumbang Kalamei merupakan alarm serius bahwa jaringan narkoba kini semakin berani dan terorganisir, sehingga membutuhkan dukungan penuh masyarakat terhadap langkah aparat.
“Kami mengapresiasi dan sangat mendukung pernyataan sikap dari beberapa ormas Islam yang mengutuk keras tindakan bandar narkoba di Tumbang Kalamei yang melawan aparat hingga menyebabkan anggota polisi meninggal dunia. Ini membuktikan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas utama kepolisian, tetapi menjadi tugas bersama seluruh masyarakat,” ujar Ririn.
Ia menegaskan GDAN memberikan dukungan penuh terhadap seluruh langkah yang dilakukan Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah dalam membongkar, menindak, dan memberantas jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya.
Ririn juga menyampaikan pesan semangat kepada jajaran kepolisian agar tetap teguh menjalankan tugas pemberantasan narkoba, seraya menegaskan bahwa masyarakat Kalimantan Tengah akan berdiri bersama aparat dalam perang melawan kejahatan narkotika.
“Terus maju untuk Polda Kalteng. Masyarakat Kalimantan Tengah, ormas Islam, organisasi masyarakat lainnya, serta seluruh elemen daerah ini mendukung perjuangan aparat kepolisian. Kami mendukung Kapolda bersama seluruh jajaran untuk benar-benar memberantas narkoba dari Bumi Tambun Bungai,” tegasnya.
Pernyataan bersama berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perang melawan narkoba di Kalimantan Tengah kini telah menjadi gerakan kolektif. Tragedi di Tumbang Kalamei tidak hanya menjadi duka bagi institusi kepolisian, tetapi juga momentum penting bagi seluruh masyarakat untuk bersatu mendukung pemberantasan narkotika demi menyelamatkan generasi muda dan masa depan daerah.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


