PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Sekretaris Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Kalimantan Tengah, Ari Yunus Hendrawan, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis yang lahir dari kepedulian terhadap masa depan generasi muda Indonesia.
Menurutnya, program yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan gizi anak dan tingginya angka stunting yang selama ini menjadi tantangan nasional.
“Program MBG adalah visi mulia yang lahir dari kepedulian terhadap kondisi anak-anak Indonesia. Tujuannya sangat jelas, yakni memastikan generasi penerus bangsa memperoleh asupan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” kata Ari dalam pernyataan resminya.
Ari juga menyoroti munculnya persoalan hukum yang menyeret oknum di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, ia menilai tindakan individu tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk meragukan atau menghentikan program yang dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
“Jika ada oknum yang melakukan penyimpangan, itu adalah tindakan yang harus diproses secara hukum. Namun, kesalahan individu tidak boleh menghapus tujuan utama program MBG yang sangat penting bagi masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Sebagai Sekretaris GEKIRA Kalteng, Ari menyatakan seluruh kader organisasi di daerah siap mengawal keberlangsungan program tersebut. Ia menegaskan dukungan serupa juga telah disampaikan jajaran GEKIRA di tingkat nasional.
“Kami siap berada di garis depan untuk mengawal program ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk menggagalkan program yang menyangkut kepentingan generasi masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan Program MBG harus diiringi dengan perbaikan tata kelola yang lebih baik. Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang ketat menjadi faktor penting agar pelaksanaan program berjalan optimal dan terhindar dari praktik korupsi maupun penyalahgunaan kewenangan.
“Kami mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan pengawasan program. Celah yang dapat dimanfaatkan oleh pemburu rente maupun koruptor harus ditutup rapat agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Ari mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan program yang berkaitan dengan pemenuhan gizi anak sebagai objek kepentingan tertentu.
“Urusan masa depan gizi anak bangsa adalah kepentingan yang sangat penting. Jangan pernah ada niat untuk merusak program yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi Indonesia hanya demi kepentingan pribadi atau kelompok,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


