SAMPIT,katakata.co.id— Pelaksanaan proyek pembangunan yang bersumber dari APBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuai sorotan dari kalangan legislatif. Hingga memasuki triwulan kedua tahun anggaran, sejumlah kegiatan fisik dinilai belum menunjukkan progres di lapangan.
Anggota DPRD Kotim, SP Lumban Gaol, menyampaikan keprihatinannya atas lambannya realisasi tersebut. Ia menilai kondisi ini tidak sejalan dengan jadwal yang semestinya, mengingat anggaran telah disahkan sejak akhir tahun sebelumnya.
“Seharusnya pada tahap ini kegiatan sudah berjalan. Namun kenyataannya masih belum terlihat aktivitas pembangunan yang signifikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai berpotensi memperbesar biaya proyek apabila pelaksanaannya terus tertunda. Kenaikan harga tersebut berimbas pada berbagai komponen, mulai dari distribusi material hingga mobilisasi alat berat.
Menurutnya, jika proyek tidak segera direalisasikan, risiko pembengkakan anggaran akan semakin besar dan berpotensi membebani keuangan daerah. Selain itu, keterlambatan juga berdampak pada perlambatan perputaran ekonomi masyarakat.
“Proyek pemerintah menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Ketika ini belum berjalan, tentu berdampak pada kontraktor, pelaku usaha jasa, hingga tenaga kerja,” tegasnya.
Lumban Gaol pun mendesak pemerintah daerah agar segera mempercepat tahapan administrasi, termasuk proses lelang dan penunjukan pelaksana kegiatan. Ia menilai langkah percepatan penting agar pembangunan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
DPRD, lanjutnya, akan terus mengawal dan memperketat pengawasan terhadap realisasi APBD agar pelaksanaan proyek tidak terus mengalami keterlambatan dan dapat berjalan sesuai perencanaan.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ika


