PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait kemungkinan perubahan skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan disebut akan lebih difokuskan bagi anak-anak kurang gizi.
Di tengah berkembangnya isu tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memastikan pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses harus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan aturan yang berlaku.
“Kami terus turun langsung untuk memastikan pelaksanaan tidak menyimpang dari SOP yang sudah ditetapkan,” ujar Agustiar, Senin (20/4).
Wacana perubahan skema MBG mencuat seiring adanya informasi penyesuaian kebijakan dari pemerintah pusat. Program yang merupakan inisiatif Presiden RI, Prabowo Subianto, itu disebut akan mengutamakan penerima manfaat dari kelompok anak dengan kondisi gizi kurang.
Menanggapi hal tersebut, Agustiar menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjalankan setiap kebijakan nasional sebagai bagian dari perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah.
“Ini program Presiden, tentu kami di daerah berkewajiban mengawal pelaksanaannya,” tegasnya.
Ia berharap program MBG dapat benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaatnya lebih optimal. Evaluasi, menurutnya, tetap diperlukan agar program yang sudah berjalan baik dapat terus ditingkatkan.
“Yang terpenting, penerima manfaat tepat sasaran. Program yang sudah berjalan baik akan terus kita perbaiki agar hasilnya lebih maksimal,” katanya.
Lebih lanjut, Agustiar menilai perubahan kebijakan dalam program nasional merupakan hal yang wajar. Namun, koordinasi antarinstansi dan pengawasan di lapangan harus terus diperkuat agar tujuan utama program tetap tercapai, yakni meningkatkan status gizi masyarakat dan menekan angka kekurangan gizi.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Palangka Raya, Analistra, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima petunjuk teknis terbaru terkait perubahan mekanisme penyaluran MBG.
“Kami belum mendapat arahan terbaru terkait perubahan tersebut, sehingga pelaksanaan masih mengacu pada skema awal,” ujarnya.
Saat ini, program MBG masih berjalan dengan sasaran utama siswa sekolah serta kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sembari menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ririen Binti


