PANGKALAN BUN, katakata.co.id- Ujang Iskandar bersama ribuan pelayat menghantarkan Yustina Ismiati ke peristirahatan terakhirnya, dimana Jenazah Yustina Ismiati Mantan anggota DPD Republik Indonesia periode 2019 – 2024 dan istri Mantan Bupati Kotawaringin Barat H. Ujang Iskandar meninggak dunia pada hari Rabu (8/4/2026) di rumah sakit Karyadi Semarang.
Tepat pukul 9.30 wib , Jenazah Almarhumah Yustina Ismiati tiba di Bandar udara Iskandar Pangkalan Bun, kemudian Jenazah Yustina Ismiati di bawa kerumah kediamannya di Jalan HM Rafi’i ,Pasir Panjang, Pangkalan Bun yang telah di Padati oleh ribuan pelayat.
Pelayat dari berbagai kalangan hadir memenuhi rumah duka, untuk mengantar kepergian almarhumah Hj Yustina Ismiati Iskandar . TAmpak hadir dari sejumlah anggota DPD RI, DPRD RI, DPRD Provinsi, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat , para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pelayat masyarakat Kobar.
Pada prosesi pemakaman tepatnya pukul 11.30 wib, Ujang Iskandar dengan nafas terengah dan suara bergetar menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pelayat yang hadir, memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada sang istri tercinta.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, menyiapkan tempat hingga prosesi ini berjalan lancar,” ucapnya lirih di hadapan para pelayat.
Dalam suasana penuh haru, Ujang Iskandar juga mengenang perjalanan hidup almarhumah yang setia mendampingi dirinya, termasuk dalam perjalanan karier politik hingga menjabat sebagai Bupati Kotawaringin Barat, serta aktif di berbagai organisasi.
Ujang Iskandar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, jika selama almarhumah berinteraksi terdapat kesalahan atau hal yang kurang berkenan.
“Sebagai manusia, apalagi di dunia politik, tentu banyak kekhilafan. Kami memohon dengan sangat, jika ada salah dan kekurangan almarhumah, mohon dimaafkan,” ujarnya.
Ia turut meminta keikhlasan masyarakat atas segala hal yang mungkin pernah diterima atau dinikmati almarhumah selama hidupnya.
“Jika ada termakan, terminum, mohon diikhlaskan. Namun jika ada yang berkaitan dengan utang, silakan sampaikan kepada kami. Insya Allah akan kami selesaikan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ujang Iskandar bersama keempat anaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, termasuk atas nama keluarga besar.
“Atas nama Yustina Ismiati dan atas nama Ujang Iskandar dan anak-anak, serta seluruh keluarga, kami mengucapkan terima kasih yang cukup mendalam atas segala perhtiannya, khususnya Ibu Bupati dan Wakil Bupati, Sekda Kobar, serta jajaran perangkat daerah,tokoh masyarakat, dan tamu-tamu lainnya. Telah banyak membantu, dari Semarang sampai Pangkalan Bun, sehingga pelaksanaan pemakaman almarhumah selesai berjalan lancar. Dan, apa bila almarhum, nemiliki hilap mohon diampuni”, kata Ujang Iskandar.
Dalam kesemoatan tersebut, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, yang mewakili Pemerintah Daerah, turut menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhumah.
“Dalam kondisi seperti ini memang berat untuk berbicara. Ibu Bupati juga memiliki kedekatan dengan almarhumah, sehingga mewakilkan kepada saya,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa setiap yang hidup pasti akan kembali kepada Sang Pencipta, dan kepergian almarhumah menjadi tanda kasih sayang Allah SWT.
“Kita semua menyayangi beliau, namun Allah lebih menyayangi. Pada akhirnya kita semua juga akan kembali kepada-Nya,” katanya.
Suyanto juga menegaskan bahwa almarhumah merupakan sosok penting bagi Kotawaringin Barat, dengan rekam jejak sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, anggota DPD RI, serta aktif dalam organisasi perempuan seperti PKK dan lainnya.
“Peran beliau sangat besar bagi pembangunan Kobar. Kami dari pemerintah daerah memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi almarhumah,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat dan pejabat di Kobar, untuk melanjutkan perjuangan almarhumah demi kemajuan daerah.
“Mari kita teruskan cita-cita dan perjuangan beliau untuk masyarakat Kotawaringin Barat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Suyanto mendoakan juga kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan ikhlas menghadapi cobaan ini.
“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” Pungkas Suyanto.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ririen Binti


