PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mendorong agar Lomba Bertutur yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi dikembangkan menjadi program pembinaan karakter anak secara berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini jangan berhenti pada satu momen lomba saja, melainkan dijadikan program rutin untuk membentuk karakter dan percaya diri anak sejak dini,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Rana menilai Lomba Bertutur memiliki nilai strategis dalam menanamkan budaya literasi serta mengasah kemampuan komunikasi publik siswa. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia di Kota Palangka Raya.
“Melalui ajang bertutur, anak-anak belajar berbicara di depan umum, berpikir terstruktur, dan menghargai proses belajar yang kreatif,” ucapnya.
Menurutnya, literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun keberanian dan kepercayaan diri untuk mengemukakan pendapat di ruang publik.
“Anak-anak yang terbiasa menyampaikan gagasan di depan banyak orang akan lebih siap menjadi pemimpin masa depan,” jelasnya.
Rana menambahkan, kegiatan berbasis literasi seperti Lomba Bertutur juga dapat memperkuat kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.
“Kolaborasi antar pihak sangat penting agar kegiatan seperti ini memiliki dampak yang luas terhadap pembentukan karakter anak,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah kota dapat memperluas cakupan lomba tersebut hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan menjadikannya bagian dari program strategis pengembangan literasi daerah.
“Kami mendorong agar Lomba Bertutur dikembangkan ke jenjang SMP dan SMA, agar semangat literasi dan komunikasi publik bisa terus terjaga di kalangan pelajar,” tutupnya. (pri/red)


