PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Tim Studi Universitas Palangka Raya (UPR) bekerja sama dengan Bapperida Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melaksanakan ekspose hasil kajian Ekspedisi Bukit Raya, khususnya terkait potensi ekowisata Bukit Raya: Peluang & Tantangan Di Desa Tumbang Habangoi, Kecamatan Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalteng.
Ekspos ini dilakukan pada 14 Agustus 2025 di aula PPIG UPR, dihadiri oleh pemangku kepentingan terkait seperti Bapperida Provinsi Kalteng, Dinas Pariwisata Provinsi Kalteng, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, KPHP Katingan Hulu Unit XVII, Akademisi, WWF, Pengurus Desa Tumbang Habangoi, Pokdarwis Desa Tumbang Habangoi, Mapala Sylva Raya UPR dan mahasiswa jurusan Kehutanan UPR.
Ketua Tim Studi, Dr. Renhart Jemi, S.Hut., M.P., menjelaskan, bahwa pada tanggal 8-11 Juli 2025 dilakukan studi Desa Tumbang Habangoi menjadi desa dengan pendekatan observasi, dan FGD dengan pemangku kepentingan Desa Tumbang Habangoi.
“Dari analisis SWOT menghasilkan tujuh strategi utama, dengan tiga prioritas yakni perancangan paket wisata alam dan budaya, penyediaan galeri UMKM dan pojok produk lokal, serta promosi digital melalui branding desa wisata,” ungkap Renhart Jemi di Palangka Raya, Rabu (20/8/2025).
Kemudian, lanjutnya, pada tanggal 20-28 Juli 2025, tim melakukan ekspedisi Bukit Raya dengan melakukan berbagai kajian yang hasilnya antara lain, terpetakan jalur pendakian ke Bukit Raya yang ditempuh selama 8 hari perjalanan, dimulai dari Desa Tumbang Habangoi ke Teluk Solohung, Tosah, Bitah Samba-Puncak Bukit Raya.
Bardodi Martin Samuel selaku ketua tim pendakian menambahkan, dari hasil kajian juga terungkapnya keanekaragaman hayati jalur pendakian ke Bukit Raya yang diketahui ada 242 jenis fauna terdiri atas kelompok avifauna, anura, mamalia, pisces, reptil, odonatan, lepidoptera.
Robby Octavianus selaku ketua tim fauna pada memaparkan, rendahnya dominansi dan tingginya kemerataan pada 242 spesies fauna di TN Bukit Raya menunjukkan distribusi sumber daya yang relatif merata tanpa spesies dominan berlebihan. “Sehingga mencerminkan struktur komunitas yang seimbang dan berasosiasi dengan stabilitas serta ketahanan ekosistem yang tinggi terhadap gangguan,” jelasnya.
Sementara itu, Hendra Toni selaku Ketua Tim Flora menyatakan bahwa vegetasi di TN Bukit Raya menunjukkan zonasi altitudinal yang jelas, dimulai dari hutan hujan tropis dataran rendah dengan dominasi Dipterocarpaceae (500–800 m dpl), berlanjut ke hutan pegunungan bawah dengan Fagaceae (800–1.200 m dpl). Kemudian hutan pegunungan menengah dengan Schima, Vaccinium, dan Rhododendron beserta lumut epifit (1.200–1.500 m dpl), hingga mencapai zona sub-alpin di atas 1.500 m dpl yang ditandai oleh semak Rhododendron, Melastoma, Nepenthes, serta tumbuhan herba dan lumut tanah.
Hasil kajian ini akan diserahkan kepada Bapperida Kalteng sebagai bahan rekomendasi pembagunan pariwisata di Kalteng. Para pemangku kepentingan yang hadir menyampaikan apresiasi tinggi terhadap hasil kajian ini.
Desa Tumbang Habangoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya, sekaligus destinasi ekowisata minat khusus melalui jalur pendakian Bukit Raya. (**)
Editor : Nopri


