SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Kebutuhan elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat angin segar. Pemerintah daerah memastikan usulan penambahan kuota sebanyak 9.000 tabung telah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
Tambahan tersebut akan digunakan untuk mendukung perluasan program konversi minyak tanah ke elpiji di enam kecamatan yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan akses elpiji 3 kilogram.
Bupati Kotim, Halikinnor mengatakan, usulan tambahan kuota telah diajukan kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekitar satu bulan lalu.
Menurutnya, persetujuan penambahan kuota tersebut telah diterima dan saat ini pemerintah daerah tinggal menunggu realisasinya di lapangan.
“Ya, saya sudah mengajukan satu bulan yang lalu dan proses informasi dari Ditjen Migas itu sudah disetujui. Dan Insya Allah kita ada penambahan 9.000 tabung untuk enam kecamatan,” ujar Halikinnor, Kamis (20/8/2026).
Enam wilayah yang masuk dalam perluasan program tersebut adalah Kecamatan Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang dan Antang Kalang.
Selama ini, masyarakat di sejumlah wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses terhadap elpiji 3 kilogram. Kondisi tersebut turut memengaruhi pemerataan distribusi elpiji bersubsidi di Kotim.
Ketika pasokan di sejumlah wilayah terbatas, harga elpiji 3 kilogram di tingkat masyarakat berpotensi mengalami kenaikan dan bahkan dapat mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Karena itu, perluasan konversi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bakar bersubsidi sekaligus membantu menjaga kestabilan pasokan dan harga.
Halikinnor memperkirakan, tambahan kuota tersebut mulai direalisasikan pada September 2026. Dengan masuknya enam kecamatan tersebut dalam program konversi, penggunaan minyak tanah secara bertahap diharapkan dapat dikurangi.
“Artinya tidak ada lagi penggunaan minyak tanah dan tentu membantu menjaga inflasi,” ujarnya.
Selain memberikan alternatif bahan bakar bagi masyarakat, tambahan kuota ini juga diharapkan dapat membuat distribusi elpiji 3 kilogram di Kotim menjadi lebih merata.
Pemerintah daerah berharap, perluasan program tersebut dapat mengurangi tekanan pasokan di wilayah yang selama ini telah menggunakan elpiji subsidi, sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat di enam kecamatan dapat terpenuhi.
Editor : Juniardi


