PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Keterbatasan lahan di kawasan permukiman tepian Sungai Kahayan dinilai bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun ketahanan pangan keluarga. Berbagai ruang yang tersedia, mulai dari pekarangan hingga kawasan karamba, berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari sistem pangan masyarakat.
Potensi tersebut menjadi fokus kajian Tim Program Dosen Pendamping Pemberdayaan Masyarakat (PDPPM) Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) di Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Tim pengabdian terdiri dari Tatau Wijaya Garib, S.T., M.T., Dr. Noor Hamidah, S.T., M.U.P., Dwi Anung Nindito, S.T., M.T., dan Ir. Syahrozi, M.T. Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UPR, yakni Nazwa dan Fadya Nur Azra.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan kajian literatur dan pengumpulan data langsung di lapangan. Silaturahmi dengan Ketua RT 03 RW 02 juga dilakukan untuk menggali informasi mengenai kebutuhan masyarakat serta peluang pemanfaatan ruang di lingkungan permukiman.
Ketua Tim Pengabdian Fakultas Teknik UPR, Tatau Wijaya Garib, mengatakan kawasan tepian Sungai Kahayan memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian pangan rumah tangga apabila ruang yang tersedia dikelola secara tepat.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi kebutuhan tanaman konsumsi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat serta memetakan ruang-ruang potensial yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Kami ingin masyarakat mampu mengelola pekarangan dan lingkungan sekitarnya sebagai sumber pangan yang berkelanjutan,” ujar Tatau, baru-baru ini.
Dari identifikasi awal, tim menemukan sejumlah titik yang berpotensi dikembangkan sebagai ruang produksi pangan masyarakat. Lokasi tersebut tidak hanya terbatas pada pekarangan rumah, tetapi juga mencakup jalan titian, halaman, ruang komunal, lahan kosong di sekitar permukiman, tepi sungai hingga kawasan karamba.
Menurut Tatau, hasil kegiatan tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk peta potensi ketahanan pangan Kelurahan Pahandut Seberang. Peta itu diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam merancang program pemberdayaan masyarakat pada masa mendatang.
Selain pemetaan, tim juga akan memberikan pelatihan pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman buah dan sayuran. Edukasi mengenai rumah sehat serta penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga menjadi bagian dari kegiatan.
“Melalui pemetaan dan pelatihan ini, kami berharap ruang yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara produktif untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga,” katanya.
Ibu-ibu rumah tangga menjadi sasaran utama dalam program tersebut. Masyarakat akan didorong untuk membudidayakan tanaman pangan dengan metode yang menyesuaikan karakteristik permukiman tepian sungai.
Keterbatasan ruang menjadi salah satu tantangan yang ditemukan tim di lapangan. Karena itu, penggunaan pot, polybag, rak vertikal, hidroponik sederhana hingga media apung dinilai lebih sesuai dibandingkan metode penanaman konvensional di lahan terbuka.
Selain pertanian rumah tangga, sektor perikanan dan karamba juga menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Pahandut Seberang. Namun, sebagian besar hasil perikanan selama ini masih dipasarkan dalam bentuk mentah dan belum banyak dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga. Pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk pangan
dinilai dapat memperpanjang rantai nilai ekonomi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.
Sementara itu, Dr. Noor Hamidah menjelaskan konsep yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut tidak semata-mata berfokus pada pemanfaatan lahan.
Menurutnya, ruang hunian, ruang transisi, ruang air, serta aktivitas masyarakat perlu dilihat sebagai satu kesatuan dalam membangun sistem pangan mikro yang mampu beradaptasi dengan karakter lingkungan tepian sungai.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Fakultas Teknik UPR berharap masyarakat Pahandut Seberang semakin aktif memanfaatkan ruang yang tersedia untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pangan lokal yang adaptif, sehat, dan berkelanjutan.
Tim pengabdian turut menyampaikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Teknik UPR atas dukungan pendanaan melalui PNBhP Fakultas Teknik UPR, serta kepada pihak kelurahan, RT, RW, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


