Palangka Raya, katakata.co.id– Aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya kembali menindak tegas aksi balap liar yang meresahkan warga. Dalam patroli yang digelar Sabtu (9/5/2026) malam hingga dini hari, petugas mengamankan 24 kendaraan beserta para pengendaranya di sejumlah titik rawan.
Kasatlantas Polresta Palangka Raya, Kompol Hermanto, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons atas banyaknya laporan masyarakat terkait gangguan ketertiban dan keselamatan akibat balap liar.
“Patroli dan penindakan ini sudah kami lakukan beberapa malam terakhir. Balap liar sangat meresahkan, tidak hanya mengganggu ketertiban umum tetapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Tak hanya menindak pelanggaran lalu lintas, petugas juga menemukan indikasi tindak pidana lain. Dalam pemeriksaan awal, seorang pengendara diduga membawa narkotika yang kini tengah didalami oleh Satresnarkoba. Selain itu, polisi turut mengamankan senjata tajam dari pelaku lainnya.
“Saat pengecekan, kami menemukan plastik klip yang diduga berisi narkoba dari salah satu pelaku. Yang bersangkutan langsung diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Hermanto.
Dari data sementara, mayoritas pelaku yang terjaring masih berstatus pelajar, baik tingkat SMP maupun SMA. Kondisi ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
“Sekitar 90 persen yang diamankan masih pelajar. Ini tentu menjadi keprihatinan bersama,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh kendaraan yang diamankan akan dikenakan sanksi tilang dan ditahan selama tiga bulan. Para pelanggar juga wajib mengikuti proses persidangan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Untuk menekan aksi balap liar, polisi bersama instansi terkait telah mendirikan pos pengawasan di sejumlah ruas jalan yang kerap dijadikan arena balapan, seperti Jalan A. Yani, Jalan Diponegoro, dan Jalan RTA Milono. Keberadaan pos ini dinilai cukup efektif mengurangi aktivitas di titik-titik utama.
Namun, pelaku balap liar disebut mulai berpindah lokasi ke area yang lebih sepi, seperti Jalan Soekarno, kawasan Garuda, hingga arah bandara. Menyikapi hal tersebut, polisi telah menyiapkan tim pengawasan di lokasi-lokasi alternatif tersebut.
Hermanto menambahkan, para pelaku umumnya berkumpul di kawasan kuliner atau tempat tongkrongan sebelum memulai balapan di jalan lurus dan minim lalu lintas. Kendaraan yang digunakan pun mayoritas telah dimodifikasi khusus untuk balapan.
Satlantas Polresta Palangka Raya memastikan patroli dan pengawasan akan terus ditingkatkan guna menekan aksi balap liar yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Fokus kami adalah menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan situasi tetap aman serta kondusif,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor :


