BANJARBARU,katakata.co.id – Peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan tidak hanya bergantung pada keandalan sistem, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya.
Semangat tersebut menjadi perhatian PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) dalam momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026. PLN mendorong penguatan pendidikan vokasi agar kompetensi yang diberikan di bangku sekolah semakin selaras dengan kebutuhan dunia industri, khususnya sektor ketenagalistrikan.
Langkah itu diwujudkan melalui Workshop Pembelajaran Berbasis Proyek Industri di SMKN 2 Banjarbaru. Mengangkat tema “Penyelarasan Kurikulum & SOP Produk/Jasa Teaching Factory”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMKN 2 Banjarbaru dan diikuti tenaga pendidik serta guru kejuruan.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) industri, pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning, hingga pengelolaan Teaching Factory.
PLN UP2B Kalselteng turut membagikan pengetahuan dan pengalaman terkait standar serta praktik kerja di industri ketenagalistrikan. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aplikatif sekaligus sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Assistant Manager Perencanaan PLN UP2B Kalselteng, Arif Yoga Fitranto, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri penting untuk memberikan gambaran yang lebih konkret kepada siswa mengenai dunia kerja.
“Penyelarasan kurikulum dan SOP Teaching Factory merupakan salah satu langkah untuk memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri. Kami berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga siswa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai standar, proses, dan budaya kerja di industri ketenagalistrikan,” ujar Arif.
Sementara itu, Manager PLN UP2B Kalselteng, Indrayadi, menuturkan bahwa penguatan pendidikan vokasi menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Menurutnya, pelayanan kepada pelanggan tidak hanya berkaitan dengan menjaga keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi dan kesiapan kerja.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bahwa pelayanan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga melalui kesiapan sumber daya manusia yang mendukungnya. Karena itu, kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi salah satu langkah PLN untuk ikut menyiapkan generasi yang kompeten dan memahami standar kerja industri,” ujar Indrayadi.
Penguatan kompetensi SDM melalui dunia pendidikan juga mendapat perhatian dari General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan harus berjalan beriringan dengan pengembangan kompetensi SDM secara berkelanjutan.
“Bagi PLN, Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dengan memastikan kesiapan sumber daya manusia yang menopang operasional kelistrikan. Kolaborasi dengan dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam menyiapkan SDM yang kompeten, adaptif, dan memiliki budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tutur Riko.
Kolaborasi PLN UP2B Kalselteng bersama SMKN 2 Banjarbaru tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri.
Melalui penguatan pendidikan vokasi, PLN berharap tercipta SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga memahami standar operasional serta budaya kerja yang berlaku di industri ketenagalistrikan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi PLN dalam membangun fondasi SDM yang kompeten dan adaptif guna mendukung keberlanjutan pelayanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat dan pelanggan.
Penulis : Ardi
Editor : Ika


