PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya terus berinovasi dalam memperluas pemasaran produk hasil pembinaan warga binaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan siaran langsung atau live streaming TikTok dengan melibatkan influencer untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat luas.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan), sebuah proyek perubahan yang digagas Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
Program ini mengusung tema “Transformasi Ekosistem Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Kolaborasi Digital dan Kemitraan Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan.”
Melalui pendekatan pemasaran digital, berbagai produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kota Palangka Raya diperkenalkan dengan cara yang lebih interaktif. Masyarakat dapat melihat produk secara langsung melalui tayangan, memperoleh informasi mengenai keunggulannya, serta mengetahui cara pembelian.
Keterlibatan influencer menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus mendekatkan produk warga binaan kepada calon konsumen, khususnya pengguna media sosial.
Kalapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, melalui program KODIKARYA mendorong perubahan pola pemasaran yang sebelumnya cenderung konvensional menuju sistem promosi berbasis digital dengan dukungan kemitraan strategis.
“Melalui KODIKARYA, kami ingin mendorong hasil karya warga binaan agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. Pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan influencer menjadi salah satu langkah untuk membuka peluang pasar yang lebih besar,” demikian arah inisiatif yang dikembangkan melalui proyek perubahan tersebut.
Menurut konsep program ini, pemasaran digital tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dihasilkan warga binaan.
KODIKARYA sekaligus menjadi sarana memperkuat sinergi antar-UPT Pemasyarakatan di Kota Palangka Raya. Dengan menghubungkan produk hasil pembinaan dengan jejaring pemasaran yang lebih luas, setiap UPT diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi keterampilan warga binaannya.
Lebih jauh, program ini diharapkan mampu membangun ekosistem pemasaran yang berkelanjutan. Hasil karya warga binaan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas pembinaan di dalam lapas, tetapi juga berpeluang berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Pengembangan program ke depan akan diarahkan pada perluasan kemitraan, optimalisasi penggunaan media sosial, serta penguatan strategi promosi dan penjualan. Langkah tersebut penting agar pemasaran produk tidak berhenti pada kegiatan promosi sesaat, melainkan berkembang menjadi sistem yang dapat dijalankan secara berkesinambungan.
Melalui KODIKARYA, Lapas Kelas IIA Palangka Raya berupaya mengintegrasikan pembinaan kemandirian dengan perkembangan teknologi digital. Upaya ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi produk warga binaan, membuka peluang ekonomi, serta mendukung kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang produktif dan mandiri.
Dengan demikian, inovasi pemasaran melalui TikTok bukan sekadar pemanfaatan platform media sosial, melainkan bagian dari upaya memperkuat hasil pembinaan agar memiliki peluang nyata untuk diterima pasar dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


