PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangka Raya, menyalurkan bantuan sarana mitigasi bencana kepada Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Kalampangan, Kota Palangka Raya.
Penyerahan bantuan melalui program PLN Peduli tersebut dilaksanakan dalam kegiatan Program Siaga Bencana Karhutla dan Banjir di Koperasi Desa (Kopdes) Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kamis (29/10/2026).

Manager PLN UPT Palangka Raya, Eko Prasetyo, mengatakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional PLN, terutama dalam menghadapi potensi bencana.
Menurutnya, Kalampangan menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian karena memiliki potensi karhutla dan banjir. Selain itu, kawasan tersebut dilintasi jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) yang berperan penting dalam penyaluran listrik di Kalimantan Tengah.
“Melalui kontribusi PLN ini, kami berharap dapat membantu masyarakat dalam mitigasi bencana, baik karhutla maupun banjir. Kami juga ingin mempererat kolaborasi dengan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan keandalan pasokan listrik,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencakup peralatan pembuatan sumur bor untuk mendukung penanganan karhutla di lokasi rawan kebakaran. TSAK diharapkan dapat memanfaatkan peralatan tersebut secara fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.
Untuk mengantisipasi banjir, PLN juga memberikan perahu evakuasi beserta perlengkapan keselamatan. Selain itu, tersedia sarana pendukung dapur darurat, termasuk tenda posko dan peralatan memasak, guna membantu pemenuhan kebutuhan warga ketika terjadi bencana.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan peralatan, tetapi juga mencakup edukasi dan penguatan sistem kesiapsiagaan masyarakat. Di antaranya melalui pembuatan peta siaga bencana, pemasangan rambu evakuasi dan plang edukasi, pelatihan tanggap darurat, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP).
Eko turut menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan sekitar jalur transmisi. Kebakaran lahan di sekitar jalur tersebut berpotensi menimbulkan gangguan terhadap infrastruktur kelistrikan sehingga upaya pencegahan dan mitigasi dini perlu dilakukan secara bersama-sama.
Karena itu, sinergi PLN dan TSAK Kalampangan diharapkan dapat memperkuat patroli serta pencegahan kebakaran, sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Camat Sebangau, Teguh Margiono, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menilai dukungan PLN sangat berarti bagi masyarakat Kalampangan yang memiliki karakteristik wilayah gambut dengan ancaman karhutla saat musim kemarau dan banjir ketika curah hujan tinggi.
Menurut Teguh, keberadaan peralatan tanggap darurat akan membantu TSAK dalam menjalankan tugasnya, baik untuk mendukung penanganan kebakaran maupun membantu evakuasi warga saat banjir.
Dukungan tersebut juga mendapat apresiasi dari Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Kota Palangka Raya, Alfi Isnawaty. Ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah.
“Penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, badan usaha, akademisi, pihak swasta, dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat penanganan bencana,” ungkapnya.

Alfi menyampaikan, BPBD terus melakukan pendampingan kepada kelompok masyarakat melalui sosialisasi kebencanaan, penyusunan SOP peringatan dini, prosedur tanggap darurat, serta pengelolaan dapur umum. Pemantauan tinggi muka air juga dilakukan ketika hujan deras, terutama di kawasan yang berpotensi mengalami banjir.

Sementara itu, Lurah Kalampangan, Yunita Martina, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungan yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya Kelurahan Kalampangan yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman karhutla dan banjir.
Melalui program TJSL ini, PLN berharap dukungan peralatan, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Selain meningkatkan kesiapsiagaan bencana, program ini juga diharapkan memperkuat kemitraan PLN dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendukung keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


