PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, Kamis (24/9/2026). Kondisi tersebut dipengaruhi sebaran asap dari sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah serta pergerakan angin yang relatif lemah.

Prakirawan BMKG, Ihsan Sidiq, mengatakan berdasarkan pantauan sebaran asap pada pukul 13.00 WIB, asap terpantau di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.
Saat dikonfirmasi tim redaksi, Kamis (24/9/2026), Ihsan menjelaskan bahwa pergerakan asap mengarah ke barat laut hingga utara. Kondisi tersebut memungkinkan asap dari wilayah lain terbawa menuju Palangka Raya.
“Bisa jadi dua-duanya. Menurut pantauan sebaran asap pukul 13.00 WIB, asap terpantau di sebagian besar wilayah Kalteng. Pergerakan asap bergerak ke arah barat laut hingga utara yang memungkinkan asap terbawa dari daerah lain ke Palangka Raya,” jelasnya.
Selain sebaran asap, kondisi angin yang lemah juga menyebabkan asap bergerak lebih lambat dan berkumpul di suatu wilayah.
Berdasarkan pantauan di Stamet Tjilik Riwut hingga pukul 14.00 WIB, arah angin terpantau variabel atau berubah-ubah dengan kecepatan tidak lebih dari 3 knot.
“Kondisi tersebut menyebabkan pergerakan asap cenderung lambat, sehingga mengakibatkan asap menjadi semakin pekat,” katanya.

Ihsan mengatakan, kondisi kabut asap dalam dua hingga tiga hari ke depan masih berpotensi fluktuatif. Kepekatannya sangat bergantung pada perkembangan sumber api dan kondisi angin.
“Selama kondisi sumber apinya belum padam, potensinya masih cenderung sama, fluktuatif, bisa naik atau turun,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan kabut asap sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni sumber asap dan kondisi angin sebagai pembawanya.
Jika luasan kebakaran semakin meluas, maka potensi peningkatan konsentrasi asap juga dapat terjadi. Sebaliknya, kondisi angin yang lebih aktif dapat membantu mengurangi penumpukan asap di suatu wilayah.
“Faktor yang utama dipengaruhi oleh sumber asapnya, apakah semakin hari semakin meluas luasan kebakarannya, kemudian faktor pembawanya apakah anginnya calm atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait potensi hujan dalam sepekan ke depan, BMKG telah memantau perkembangan kondisi cuaca untuk melihat peluang turunnya hujan di wilayah Kalimantan Tengah.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi dan pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG, khususnya terkait potensi hujan, arah angin, serta kondisi kualitas udara selama kabut asap masih terjadi.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


