KUALA PEMBUANG, katakata.co.id – Penguatan pelayanan publik dan peningkatan tata kelola pemerintahan desa menjadi perhatian Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda saat menggelar kegiatan Hasupa Hasundau bersama masyarakat di Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat sekaligus membahas berbagai persoalan pembangunan bersama jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pertemuan itu, Camat Hanau menyampaikan sejumlah perkembangan dan kebutuhan wilayah. Salah satunya rencana pengoperasian layanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan Hanau yang diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan administrasi kependudukan.
Selain pelayanan publik, pembahasan juga mencakup penyelenggaraan pemerintahan desa, pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), pemilihan anggota BPD Desa Tanjung Hanau, serta persiapan berakhirnya masa jabatan sejumlah kepala desa pada Januari 2027.
Persoalan infrastruktur turut menjadi perhatian, termasuk kondisi pasar sayur di Pembuang Hulu yang mengalami kerusakan pada bagian pondasi dan membutuhkan penanganan. Sementara untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Camat Hanau menyampaikan adanya penurunan jumlah titik kebakaran selama Oktober serta mengapresiasi keterlibatan relawan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Menanggapi berbagai hal tersebut, Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa Hasupa Hasundau bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan wadah komunikasi dan evaluasi untuk menyatukan langkah dalam menjalankan pemerintahan serta mempercepat pembangunan daerah.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan Kabupaten Seruyan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun pilihan politik.
“Saya ingin kita semua berpemerintahan yang baik, berdemokrasi yang baik. Siapa pun yang berada di Kabupaten Seruyan memiliki kewajiban untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi dalam membangun daerah yang kita cintai,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya pembenahan birokrasi melalui evaluasi kinerja, penataan aparatur, serta peningkatan disiplin dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia meminta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan menjalankan tugas secara bertanggung jawab karena pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Di tingkat desa, pemerintah daerah berencana memperkuat pembinaan kepala desa, terutama terkait kepemimpinan, administrasi, pengelolaan keuangan, dan pelaksanaan tugas pemerintahan. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan desa yang lebih tertib dan profesional.
Selain itu, Bupati mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai usaha produktif desa dinilai perlu dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam bidang infrastruktur, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan akses jalan antarwilayah dengan memanfaatkan alat berat milik pemerintah. Langkah tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Bupati mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangunan. Karena itu, setiap program harus disusun berdasarkan skala prioritas, dengan mengedepankan efisiensi, inovasi, dan kolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Membangun Kabupaten Seruyan tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri. Kita membutuhkan keterlibatan, peran serta, dan kontribusi semua pihak. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan pemerintahan yang semakin baik dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Hasupa Hasundau tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap komunikasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai aspirasi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah.
Penulis/Editor : Ardi


