KUALA PEMBUANG, katakata.co.id – Persoalan infrastruktur jalan, peningkatan pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi desa menjadi sejumlah agenda yang dibahas Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda saat menggelar Hasupa Hasundau di Rantau Pulut, Kecamatan Seruyan Tengah, Rabu (28/10/2026).
Pertemuan yang dihadiri jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan kebutuhan dan tantangan pembangunan di wilayah setempat.
Dalam pemaparannya, Camat Seruyan Tengah menyebutkan bahwa wilayahnya memiliki potensi ekonomi cukup besar, terutama dari sektor perkebunan kelapa sawit. Namun, masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah kabupaten.
Beberapa di antaranya kondisi jalan penghubung antardesa yang mengalami kendala saat musim hujan, keterbatasan tenaga kesehatan, serta belum meratanya jaringan telekomunikasi. Peningkatan pelayanan posyandu dan pemberdayaan UMKM serta koperasi juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melakukan pembenahan birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menyebutkan, Hasupa Hasundau menjadi sarana untuk mengevaluasi pelaksanaan pemerintahan sekaligus menyamakan langkah dalam menjalankan pembangunan daerah.
“Karena sudah dua tahun, ayo kita bersama, ayo kita bersatu, ayo kita bekerja,” tegasnya.
Bupati secara khusus menyoroti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta kelancaran distribusi hasil produksi. Pemerintah daerah saat ini mengoptimalkan penggunaan alat berat untuk menangani sejumlah ruas jalan, terutama di wilayah pedalaman.
Bahkan, pemerintah daerah merencanakan penambahan alat berat pada 2027 guna mempercepat penanganan infrastruktur yang mengalami kerusakan.
“Infrastruktur itu penting, jalan dan jembatan itu urat nadi perekonomian, dan pada dasarnya adalah efisiensi ekonomi untuk pertumbuhan,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, penguatan ekonomi desa juga menjadi perhatian. Bupati mendorong pemerintah desa mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi dengan mengembangkan potensi unggulan masing-masing wilayah melalui pengelolaan usaha yang profesional dan berkelanjutan.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Seruyan merencanakan pembekalan atau retret bagi para kepala desa. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, pemahaman tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan desa, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.
Pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan potensi dan kondisi desa sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran mulai 2027, termasuk melalui penguatan digitalisasi data desa.
Dalam sektor perkebunan, Bupati turut menyinggung persoalan lahan kelapa sawit yang berkaitan dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Agrinas. Ia menekankan pentingnya penyelesaian persoalan tersebut secara jelas dan berkeadilan dengan tetap memperhatikan hak masyarakat serta peluang keterlibatan koperasi desa.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan berpartisipasi dalam pembangunan tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik. Menurutnya, demokrasi harus mampu menjadi ruang yang memperkuat persatuan dan memberdayakan masyarakat.
“Jadi nilai demokrasi yang saya bangun adalah demokrasi yang memberdayakan, mempersatukan, bahkan meningkatkan harkat martabat,” ujarnya.
Di sisi lain, penguatan peran lembaga adat, organisasi kepemudaan, Pramuka, dan kegiatan keagamaan juga dinilai penting dalam pembinaan generasi muda. Bupati berharap berbagai wadah tersebut dapat menjadi sarana kegiatan positif sekaligus membantu mencegah penyalahgunaan narkoba dan judi daring.
Melalui pertemuan tersebut, pemerintah daerah berharap berbagai aspirasi dan persoalan yang disampaikan masyarakat Kecamatan Seruyan Tengah dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan prioritas pembangunan, khususnya peningkatan infrastruktur, pelayanan dasar, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Penulis/Editor : Ardi


