PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Hal itu dapat diwujudkan melalui sikap kritis, bijak menggunakan media sosial, serta aktif menyebarkan narasi positif dan semangat kebangsaan.
Ketua DPW Partai NasDem Kalteng tersebut menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai persatuan dan menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
“Pancasila harus terus hidup dalam tindakan nyata masyarakat. Di era keterbukaan informasi saat ini, kita menghadapi tantangan berupa polarisasi, penyebaran informasi yang belum tentu benar, hingga berbagai bentuk intoleransi yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman bersama,” ujar Faridawaty, Senin (1/6/2026).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas itu mengatakan, Kalteng selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Menurutnya, falsafah Huma Betang yang tumbuh dan berkembang di Kalteng memiliki nilai yang selaras dengan Pancasila, terutama dalam menghormati perbedaan, menjaga kebersamaan, serta membangun kehidupan yang adil bagi seluruh masyarakat.
“Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Semangat Huma Betang yang diwariskan para leluhur sangat relevan dengan nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial,” katanya.
Faridawaty kembali mendorong generasi muda untuk tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.
Ia menilai, penggunaan media sosial harus diiringi dengan tanggung jawab. Generasi muda diharapkan mampu menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, serta ikut menciptakan ruang digital yang sehat dan konstruktif.
“Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi. Jadilah pengguna media sosial yang kritis, bijak, dan mampu menyebarkan pesan-pesan positif yang memperkuat persatuan,” tegasnya.
Faridawaty menambahkan, tantangan bangsa ke depan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga kohesi sosial, memperkuat rasa kebangsaan, dan memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman. Selama Pancasila tetap menjadi pegangan bersama, bangsa ini akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dan terus melangkah maju,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


